
Pantau - Pemerintah Indonesia akan membuka Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Chengdu, China, untuk memperkuat kerja sama strategis dengan kawasan barat daya negara tersebut.
Fokus Kerja Sama Industri hingga Energi
Duta Besar RI untuk Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun menyebut pembukaan KJRI Chengdu didasarkan pada Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2026.
Ia mengatakan, "Hal ini merefleksikan prioritas Indonesia untuk terus meningkatkan kerja sama strategis antara Indonesia dengan kawasan Tiongkok barat daya, dengan Chengdu di provinsi Sichuan sebagai gateway-nya."
Djauhari menambahkan, "Dengan besarnya potensi Indonesia dan provinsi Sichuan, ada banyak bidang kerja sama yang dapat terus kita kembangkan."
Kerja sama tersebut meliputi sektor industri, hilirisasi, energi terbarukan seperti solar panel, kesehatan, hingga pengembangan battery storage.
Selain itu, hubungan antarmasyarakat juga diperkuat melalui pendidikan, pariwisata, dan budaya.
Perdagangan dan Investasi Terus Tumbuh
Perdagangan antara Indonesia dan Provinsi Sichuan tercatat mencapai lebih dari 2,1 miliar dolar AS pada 2025.
Djauhari mengungkapkan, "Chengdu akan menjadi titik penghubung penting bagi penguatan kerja sama tidak hanya bidang ekonomi, perdagangan dan investasi."
Ia menambahkan bahwa kerja sama juga mencakup sektor pendidikan, transformasi industri, energi, dan pariwisata.
Secara keseluruhan, perdagangan Indonesia-China mencapai lebih dari 167 miliar dolar AS dengan investasi sebesar 7,5 miliar dolar AS pada 2025.
Pemerintah juga mendorong kemudahan investasi melalui kebijakan golden visa bagi investor dan inovator.
KJRI Chengdu nantinya akan menangani wilayah Sichuan, Chongqing, Yunnan, Shaanxi, dan Gansu.
- Penulis :
- Aditya Yohan








