HOME  ⁄  Ekonomi

BEI Resmi Terapkan Kuotasi Liquidity Provider untuk Tingkatkan Likuiditas Saham

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BEI Resmi Terapkan Kuotasi Liquidity Provider untuk Tingkatkan Likuiditas Saham
Foto: (Sumber : Deputi Komisioner Perizinan dan Pengawas Pengelolaan Investasi Pasar Modal dan Lembaga Efek Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Eddy Manindo Harahap memaparkan materi dalam acara Penganugerahan SPPA Award 2025 di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (13/04/2026). (ANTARA/ Muhammad Heriyanto))

Pantau - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mengimplementasikan kuotasi Liquidity Provider saham guna meningkatkan likuiditas dan efisiensi perdagangan di pasar modal Indonesia.

Implementasi ini ditandai dengan kuotasi perdana oleh Phintraco Sekuritas sebagai salah satu Anggota Bursa pada Senin di Jakarta.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy menyatakan langkah ini penting untuk memperkuat kualitas perdagangan saham.

Ia mengatakan, "BEI mengapresiasi komitmen Phintraco Sekuritas dalam mendukung program Liquidity Provider saham. Kami berharap langkah ini dapat mendorong peningkatan likuiditas, khususnya pada saham-saham yang memiliki potensi untuk berkembang lebih optimal."

Tahap Awal Libatkan Lima Saham

Pada tahap awal, Phintraco Sekuritas menyediakan kuotasi beli dan jual pada lima saham, yakni GGRM, TKIM, TPMA, TUGU, dan WINS.

Kehadiran Liquidity Provider dinilai mampu mempersempit bid-ask spread, meningkatkan kedalaman pasar, serta mempermudah transaksi bagi investor.

BEI juga mendorong partisipasi lebih luas dari Anggota Bursa lainnya agar program ini berjalan optimal.

Dorong Daya Saing Pasar Modal

Irvan menegaskan keterlibatan pelaku pasar menjadi kunci keberhasilan implementasi program tersebut.

Ia berharap kuotasi perdana ini menjadi katalis bagi Anggota Bursa lain untuk ikut berpartisipasi.

Ia menambahkan, "Hal ini juga menjadi bukti komitmen BEI dalam terus meningkatkan pendalaman pasar."

BEI akan melakukan evaluasi berkelanjutan serta memberikan insentif guna memperkuat struktur pasar dan meningkatkan daya saing di tingkat regional maupun global.

Penulis :
Ahmad Yusuf