
Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia diperkirakan bergerak melemah pada Kamis (23/4) akibat dominasi sentimen global yang menekan pergerakan pasar.
Sentimen Global Dominasi Pergerakan Pasar
IHSG sempat dibuka menguat, namun berbalik melemah 51,79 poin atau 0,69 persen ke level 7.489,82 pada pukul 09.55 WIB, sementara indeks LQ45 turun 0,88 persen ke posisi 729,48.
Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas menyebut pergerakan IHSG cenderung terbatas dengan pendekatan defensif.
“Secara keseluruhan, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang terbatas dengan kecenderungan defensif, di mana faktor global seperti harga minyak, dolar AS, dan geopolitik akan lebih dominan dalam menentukan arah jangka pendek dibandingkan katalis domestik,” ungkapnya.
Dari sisi global, kenaikan harga minyak akibat gangguan di Selat Hormuz serta dinamika geopolitik turut memengaruhi sentimen pasar, meskipun sebagian pelaku pasar mulai mengalihkan fokus ke fundamental domestik.
Tekanan Domestik dan Risiko Volatilitas
Dari dalam negeri, keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen belum mampu menopang nilai tukar rupiah, sementara kenaikan yield obligasi pemerintah ke 6,64 persen mengindikasikan adanya arus keluar modal.
Kondisi tersebut diperparah dengan valuasi saham yang semakin tinggi sehingga meningkatkan potensi koreksi jangka pendek.
Pergerakan bursa global juga menunjukkan tekanan, dengan indeks saham Eropa kompak melemah, sementara bursa Asia pada pagi hari turut berada di zona merah.
Meski bursa Wall Street mencatat penguatan, kombinasi sentimen global dan domestik membuat outlook pasar keuangan Indonesia dalam jangka pendek masih cenderung defensif dengan potensi volatilitas tinggi.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf






