HOME  ⁄  Ekonomi

Menko Airlangga Sebut Pelemahan Rupiah Dipicu Gejolak Global dan Ketegangan Internasional

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Menko Airlangga Sebut Pelemahan Rupiah Dipicu Gejolak Global dan Ketegangan Internasional
Foto: (Sumber : Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan sambutan dalam seminar nasional terkait aksesi Indonesia ke Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) di Jakarta, Selasa (21/4/2026). ANTARA/Aria Ananda/aa..)

Pantau - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pelemahan nilai tukar rupiah pada Kamis dipengaruhi oleh gejolak global, termasuk dinamika geopolitik yang berdampak pada pasar keuangan.

Gejolak Global Jadi Faktor Utama

Airlangga mengatakan pemerintah terus memantau pergerakan rupiah tanpa bersikap reaktif terhadap fluktuasi harian.

"Ya, kan, itu lihat gejolak, gejolak global juga (jadi pengaruh utama). Jadi, ya, kita monitor saja," ujarnya.

Ia menambahkan, "Kita monitor saja, karena ini kan gak bisa kita setiap hari reaktif. Kita monitor saja, dan itu BI (Bank Indonesia) tugasnya menjaga."

Pada Kamis pagi, nilai tukar rupiah tercatat melemah 108 poin atau 0,63 persen menjadi Rp17.289 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.181 per dolar AS.

Tekanan Eksternal dan Kebijakan Stabilitas

Dari sisi eksternal, analis ICDX Muhammad Amru Syifa menyebut ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran mendorong kenaikan harga energi serta meningkatkan permintaan dolar AS sebagai aset safe haven.

Sementara itu, dari sisi domestik, Bank Indonesia mempertahankan suku bunga di level 4,75 persen guna menjaga stabilitas nilai tukar di tengah tekanan global.

BI juga meningkatkan batas transaksi Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dan swap dari 5 juta dolar AS menjadi 10 juta dolar AS per transaksi untuk meredam volatilitas pasar.

Ke depan, pergerakan rupiah diperkirakan bergantung pada perkembangan geopolitik global, kebijakan Federal Reserve, serta efektivitas kebijakan domestik dalam menjaga stabilitas pasar keuangan.

Penulis :
Aditya Yohan