HOME  ⁄  Nasional

Komisi VI DPR Kawal Pembentukan Holding Hotel BUMN untuk Perkuat Pariwisata Nasional

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Komisi VI DPR Kawal Pembentukan Holding Hotel BUMN untuk Perkuat Pariwisata Nasional
Foto: (Sumber : Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, saat melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) Reses ke Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu (22/4/2026). Foto: Tra/Karisma.)

Pantau - Komisi VI DPR RI mengawal pembentukan Holding BUMN Perhotelan (HotelCo) guna memperkuat ekosistem pariwisata nasional melalui konsolidasi aset hotel milik negara.

Kunjungan kerja reses dilakukan di Daerah Istimewa Yogyakarta pada Rabu (22/4/2026) untuk menilai kesiapan integrasi 14 entitas hotel BUMN yang akan disatukan di bawah PT Hotel Indonesia Natour sebagai operator utama.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mengatakan langkah ini penting untuk mengatasi berbagai kendala struktural yang selama ini menghambat kinerja hotel BUMN.

"Melalui kunjungan ini, kami ingin memperoleh gambaran menyeluruh mengenai capaian serta tantangan dalam proses konsolidasi 14 entitas hotel BUMN menjadi satu entitas terpadu atau HotelCo. Hal ini mencakup penguatan merek, standarisasi layanan, hingga integrasi sistem digital untuk meningkatkan efisiensi dan profitabilitas operasional," ujarnya.

Konsolidasi untuk Tingkatkan Daya Saing

Andre menjelaskan bahwa selama ini klaster perhotelan BUMN menghadapi tantangan seperti rendahnya diferensiasi merek dan belum konsistennya kualitas layanan kepada pelanggan.

Ia menilai keterlibatan sejumlah pihak seperti PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney), PT Taman Wisata Candi, BP BUMN, dan PT Danantara Asset Management menjadi kunci dalam mendukung implementasi holding.

Langkah konsolidasi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat posisi hotel BUMN di pasar domestik.

DIY Jadi Sorotan Strategis

Dalam kunjungan tersebut, Komisi VI juga menyoroti posisi strategis Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai destinasi wisata budaya unggulan.

Berdasarkan data tahun 2025, PDRB DIY mencapai Rp208,13 triliun dengan pertumbuhan 5,49 persen serta kontribusi nasional sekitar 0,88 persen.

"Sektor pariwisata dan perhotelan di DIY adalah motor penggerak utama. Pembentukan holding ini diharapkan tidak hanya meningkatkan daya saing industri pariwisata nasional, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pemberdayaan ekonomi lokal melalui sinergi dengan UMKM dan industri kreatif," ungkapnya.

Komisi VI DPR RI menilai integrasi ini berpotensi menjadikan grup hotel BUMN sebagai pemain utama dengan estimasi pangsa pasar sekitar 1 persen serta menghadirkan program loyalitas terpadu dan mobilitas talenta yang lebih efisien.

Penulis :
Aditya Yohan