
Pantau - Mobilitas masyarakat di kawasan Yogyakarta, Solo, hingga aglomerasi Madiun meningkat pada Triwulan I 2026, mendorong PT Kereta Api Indonesia (KAI) memperkuat konektivitas transportasi berbasis rel untuk mendukung berbagai aktivitas warga.
Lonjakan Penumpang dan Kebutuhan Mobilitas
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyatakan kereta api kini menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
"Kereta api kini menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Perjalanan menjadi lebih pasti, terjangkau, dan mampu menjangkau lebih banyak titik aktivitas, termasuk kawasan wisata dan pusat kuliner di Yogyakarta, Solo, hingga Madiun," ungkapnya.
Data menunjukkan KA Prambanan Ekspres relasi Kutoarjo–Yogyakarta melayani 277.045 pelanggan atau naik 16,27 persen dibanding periode yang sama tahun 2025.
KRL Commuter Line Yogyakarta–Palur mencatat 2.222.716 pelanggan atau meningkat 19,19 persen, menunjukkan tingginya intensitas mobilitas perkotaan.
Sementara itu, KA Bandara YIA melayani 697.267 pelanggan atau tumbuh 12,11 persen, sedangkan KA Bandara Adi Soemarmo mencatat 208.583 pelanggan atau naik 31,12 persen.
Penguatan Konektivitas dan Pengembangan Transportasi
Anne menilai peningkatan ini menandakan kebutuhan akan layanan transportasi dengan kapasitas besar dan frekuensi tinggi semakin mendesak.
"Ketika mobilitas terus meningkat, kebutuhan akan layanan dengan kapasitas yang lebih besar, frekuensi yang lebih tinggi, serta operasional yang semakin efisien menjadi semakin relevan untuk dipersiapkan sejak sekarang," ujarnya.
Selain itu, KA Batara Kresna relasi Solo–Wonogiri juga melayani 40.763 pelanggan dan tetap menjaga konektivitas wilayah selatan Solo.
KAI menilai pengembangan transportasi berbasis rel yang modern dan ramah lingkungan menjadi solusi untuk mendukung mobilitas masyarakat di masa depan.
“Arah pengembangan transportasi perkotaan akan terus mengikuti kebutuhan masyarakat. Kereta api memiliki ruang untuk tumbuh lebih besar, menghubungkan lebih banyak wilayah, dan melayani lebih banyak perjalanan dalam satu sistem yang terintegrasi,” tutup Anne.
- Penulis :
- Aditya Yohan








