
Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat mewaspadai potensi gelombang tinggi hingga 2,5 meter di Perairan Wakatobi, Sulawesi Tenggara, yang diperkirakan terjadi hingga 30 April 2026.
Penyebab dan Wilayah Terdampak
Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Kendari Sugeng Widarko menjelaskan peningkatan gelombang dipicu oleh pola angin dari timur laut hingga tenggara dengan kecepatan 2 hingga 15 knot.
"Kecepatan angin tertinggi terpantau dapat mencapai 20 knot atau setara dengan 5 Skala Beaufort, terutama di wilayah Laut Banda timur Wakatobi. Hal ini memicu peningkatan ketinggian gelombang," ungkapnya.
BMKG memprakirakan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter terjadi pada periode 28–29 April 2026 di Perairan Wakatobi bagian barat, timur, dan Laut Banda timur Wakatobi.
Selanjutnya pada 29–30 April 2026, wilayah terdampak meliputi Perairan Wakatobi bagian timur, Laut Banda timur Wawonii, dan Laut Banda timur Wakatobi.
Imbauan Keselamatan Pelayaran
BMKG mengingatkan nelayan, operator transportasi laut, dan masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko keselamatan pelayaran.
Kondisi angin kencang dan gelombang tinggi berpotensi mengganggu aktivitas laut, terutama bagi kapal berukuran kecil.
Sugeng juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG.
"Masyarakat dan pelaku pelayaran diharapkan terus memantau informasi terkini melalui kanal resmi kami," ujarnya.
BMKG menyediakan pembaruan prakiraan cuaca maritim yang berlaku hingga 1 Mei 2026 melalui laman resmi mereka.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







