HOME  ⁄  Ekonomi

Merger BUMN Karya Dipastikan Rampung 2026 Setelah Tahap Divestasi Selesai

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Merger BUMN Karya Dipastikan Rampung 2026 Setelah Tahap Divestasi Selesai
Foto: Direktur Operasional Danantara Dony Oskaria memberi keterangan di sela acara Jakarta Globe Insight di Jakarta, Selasa 28/4/2026 (sumber: ANTARA/Putu Indah Savitri)

Pantau - Wakil Menteri BUMN Dony Oskaria memastikan proses merger tujuh BUMN karya akan selesai pada tahun 2026 setelah melalui sejumlah tahapan restrukturisasi.

Tahapan Divestasi Jadi Fokus Awal

Dony menyampaikan bahwa jadwal merger mengalami penyesuaian dari target awal yang direncanakan pada Juni 2026 karena mempertimbangkan kesiapan proses internal perusahaan.

Ia mengungkapkan, "Kemungkinan besar (merger BUMN karya) itu mundur setelah saya lihat timeline-nya. Tapi, yang pasti tahun ini selesai,".

Sebelum merger dilakukan, BUMN karya diwajibkan menjalani tahap awal berupa divestasi atau pelepasan bisnis non-inti seperti fiber optik, SPAM (sistem penyediaan air minum), dan jalan tol.

Dony menjelaskan, "Ini akan kami divestasikan dulu, sehingga itu untuk menurunkan utang-utang mereka (BUMN karya),".

Proses divestasi dilakukan secara hati-hati dan bertahap dengan kajian terhadap setiap unit bisnis agar tidak menimbulkan kerugian.

Ia menegaskan, "Kita tidak boleh melakukan divestasi yang tidak menguntungkan. Kita tentu harus memastikan bahwa apa yang kita divestasi juga memberikan manfaat dan keuntungan, terutama menurunkan kewajiban BUMN karya sebelum mereka dikonsolidasikan,".

Tujuh BUMN Karya Siap Dikonsolidasikan

Setelah proses divestasi rampung, langkah selanjutnya adalah merger atau konsolidasi terhadap tujuh BUMN karya.

Perusahaan yang akan digabungkan meliputi PT Hutama Karya Persero, PT Waskita Karya Persero, PT PP Persero, PT Wijaya Karya Persero, PT Brantas Abipraya Persero, PT Adhi Karya Persero, dan PT Nindya Karya Persero.

BP BUMN bersama Danantara menargetkan restrukturisasi yang lebih terarah dan terukur melalui langkah ini.

Merger tersebut diharapkan mampu menjadikan BUMN karya sebagai pilar utama pembangunan infrastruktur nasional sekaligus meningkatkan kinerja perusahaan serta kontribusi terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Penulis :
Shila Glorya