
Pantau - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) mendorong penguatan sinergi dengan Junior Chamber International (JCI) guna memperluas jejaring internasional dan membawa pengusaha muda Indonesia mampu bersaing di pasar global.
Ketua Badan Pengurus Pusat Hipmi Anthony Leong mengatakan pengusaha muda Indonesia harus mulai berani menembus pasar internasional di tengah persaingan ekonomi global yang semakin kompetitif.
“Ke depan, pengusaha muda Indonesia harus berani go international,” kata Anthony Leong dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, pengusaha muda tidak cukup hanya kuat di pasar domestik, tetapi juga harus mampu membangun jaringan internasional, memperluas pasar ekspor, dan masuk ke rantai bisnis global.
“Karena dunia usaha hari ini tidak lagi dibatasi oleh wilayah geografis, tetapi ditentukan oleh konektivitas, kolaborasi, dan jejaring global,” ujarnya.
JCI Dinilai Punya Jaringan Global Kuat
Anthony menjelaskan JCI merupakan organisasi kepemimpinan dan kewirausahaan muda terbesar di dunia yang berdiri sejak 1915 dan memiliki jaringan di lebih dari 100 negara.
Ia menyebut banyak tokoh dunia lahir dari ekosistem JCI, mulai dari pemimpin bisnis hingga kepala negara.
“JCI bukan sekadar organisasi networking biasa. JCI adalah ekosistem global leadership dan entrepreneurship yang sangat kuat,” katanya.
Menurut Anthony, kekuatan utama JCI terletak pada konektivitas internasional, pengembangan kepemimpinan, dan akses kolaborasi global yang mampu membuka peluang besar bagi pengusaha muda Indonesia.
Hipmi menilai sinergi dengan JCI dapat menciptakan peluang konkret seperti business matching internasional, perluasan akses ekspor, promosi investasi, hingga pertukaran entrepreneur muda.
Hipmi Ingin Pengusaha Indonesia Naik Kelas
Anthony mengatakan Indonesia memiliki peluang besar menjadi kekuatan ekonomi baru dunia karena didukung bonus demografi dan pertumbuhan entrepreneur muda yang semakin kuat.
Namun, ia menilai tantangan terbesar saat ini adalah meningkatkan daya saing global pengusaha muda Indonesia.
“Banyak pengusaha muda kita punya produk bagus dan kreativitas tinggi, tetapi masih kurang akses jejaring internasional,” ujarnya.
Anthony menegaskan Hipmi ke depan tidak boleh hanya menjadi organisasi networking domestik, tetapi harus berkembang menjadi platform internasionalisasi pengusaha muda Indonesia.
“Hipmi harus menjadi jembatan agar pengusaha muda Indonesia tidak hanya menjadi pemain lokal, tetapi mampu menjadi bagian dari rantai ekonomi global,” katanya.
Ia berharap sinergi Hipmi dan JCI mampu melahirkan lebih banyak entrepreneur muda Indonesia yang dapat membawa produk nasional masuk ke pasar dunia.
“Kalau pengusaha muda Indonesia terkoneksi secara global, maka ekonomi Indonesia juga akan menjadi jauh lebih kuat,” ujar Anthony.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





