
Pantau - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pemerintah menambah penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp40 triliun ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) pada Rabu, 5 Agustus 2026, serta menyiapkan tambahan Rp30 triliun pada Senin, 10 Agustus 2026, sehingga total penempatan dana di bank-bank BUMN diperkirakan mencapai hampir Rp400 triliun.
Purbaya mengatakan, "Siang ini saya inject Rp40 triliun tambahan. Kemudian, minggu depan (Senin) saya tambah lagi Rp30 triliun. Jadi kira-kira total di (bank) BUMN itu hampir Rp400 triliun seperti yang saya janjikan dulu."
Pemerintah Perpanjang Penempatan Dana SAL
Selain menambah dana, pemerintah juga memutuskan memperpanjang penempatan dana SAL sebesar Rp200 triliun di Himbara hingga Juli 2027.
Sebelumnya, dana SAL senilai Rp200 triliun tersebut direncanakan akan ditarik pada akhir 2026.
Perpanjangan penempatan dana dilakukan agar perbankan memiliki keleluasaan yang lebih besar dalam memanfaatkan dana tersebut untuk menyalurkan kredit.
Purbaya menjelaskan, "Kayaknya bank itu ragu, uang saya SAL itu akan diambil atau enggak sampai akhir tahun sehingga mempengaruhi behavior mereka melakukan penyaluran kredit. Jadi saya bilang ke mereka, saya memperpanjang yang Rp200 triliun sampai dengan Juli tahun depan (2027)."
Purbaya juga menegaskan kebijakan penempatan dana pemerintah di Himbara tetap akan dijalankan.
Ia menegaskan, "Itu beberapa bank masih ragu apakah saya akan menjalankan itu (penempatan SAL) atau nggak. Saya akan tekankan lagi ke mereka bahwa itu akan dijalankan."
Riwayat Penempatan Dana di Himbara
Pemerintah pertama kali menempatkan dana SAL sebesar Rp200 triliun di Himbara pada September 2025.
Dana tersebut sempat ditarik pemerintah pada Juni 2026.
Setelah terjadi penurunan likuiditas perbankan, dana SAL senilai Rp200 triliun kemudian dikembalikan ke Himbara.
Seiring kondisi tersebut, pemerintah juga menambah penempatan dana sebesar Rp100 triliun dengan tenor tiga bulan.
Pemerintah turut menyediakan tambahan dana Rp100 triliun yang dapat dimanfaatkan secara fleksibel sesuai kebutuhan likuiditas perbankan.
- Penulis :
- Arian Mesa



