Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Klaim Bantuan Udara China ke Gaza Ternyata Hoaks, Video Aslinya Bantuan dari AS

Oleh Balian Godfrey
SHARE   :

Klaim Bantuan Udara China ke Gaza Ternyata Hoaks, Video Aslinya Bantuan dari AS
Foto: Video bantuan udara ke Gaza yang diklaim dari China ternyata hoaks; fakta menunjukkan itu adalah bantuan dari AS yang terjadi pada April 2024.

Pantau - Beredar video di media sosial X, Instagram, dan Facebook yang menampilkan pesawat menjatuhkan bantuan udara ke Gaza dan diklaim sebagai aksi kemanusiaan dari China.

Dalam narasi yang menyertai video tersebut, disebutkan bahwa China menjatuhkan bantuan makanan dan medis ke wilayah Gaza yang tengah dilanda krisis kemanusiaan.

Namun, setelah ditelusuri, klaim tersebut tidak benar dan tergolong hoaks.

Faktanya, video yang beredar tersebut merupakan dokumentasi dari aksi bantuan udara yang dilakukan oleh Amerika Serikat pada 26 April 2024.

Bantuan itu ditujukan ke wilayah Gaza utara yang pada saat itu mengalami kelaparan ekstrem.

Sayangnya, dalam proses airdrop tersebut terjadi kegagalan teknis: parasut bantuan tidak berfungsi dengan baik, sehingga sebagian besar bantuan jatuh ke laut.

Akibat kejadian ini, 18 warga Gaza dilaporkan tewas, terdiri dari 12 orang yang tenggelam saat mencoba mengambil bantuan dan 6 orang lainnya tewas terinjak-injak karena berebut.

Reaksi Keras terhadap Metode Airdrop dan Klarifikasi Sikap China

Kantor media Gaza menyebut metode airdrop sebagai tindakan yang kasar dan tidak manusiawi di tengah krisis kelaparan yang sedang berlangsung.

Kelompok Hamas juga menyerukan kepada negara-negara Barat untuk menghentikan praktik airdrop karena dianggap berbahaya dan tidak layak sebagai bentuk bantuan kemanusiaan.

Sementara itu, meskipun China telah menyatakan dukungan untuk memberikan bantuan kemanusiaan dan membantu rekonstruksi Gaza setelah tercapainya gencatan senjata, hingga kini tidak pernah ada konfirmasi resmi bahwa China melakukan pengiriman bantuan melalui metode airdrop.

Dengan demikian, klaim bahwa video tersebut menampilkan bantuan udara dari China adalah hoaks dan menyesatkan.

Penulis :
Balian Godfrey