
Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa pemerintah AS dapat segera mengambil tindakan melalui jalur darat terhadap jaringan perdagangan narkoba di Venezuela, dalam pernyataannya pada Kamis, 27 November 2025.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat memperingati Hari Thanksgiving bersama pasukan militer AS, khususnya unit 7th Bomb Wing Angkatan Udara AS yang ia puji atas kontribusinya dalam "menghalau pengedar narkoba Venezuela".
Arah Baru Penanganan Perdagangan Narkoba
Trump menyebut bahwa selama ini sekitar 85 persen pengiriman narkoba berhasil dihentikan melalui jalur laut.
Ia menambahkan bahwa pemerintah AS kini siap mengambil langkah lebih lanjut.
"Dan kami akan mulai menghentikan mereka melalui (jalur) darat," ungkapnya dari kediamannya di Mar-a-Lago.
Trump menyatakan bahwa operasi darat akan segera dimulai, dan menilai jalur darat sebagai pendekatan yang "lebih mudah" dalam upaya penanggulangan peredaran narkoba lintas batas.
Selain mengancam aksi langsung, Trump juga menyatakan keterbukaannya untuk berdialog dengan Presiden Venezuela Nicolas Maduro sebagai opsi penyelesaian diplomatik.
Militer AS Perkuat Operasi Regional
Sementara itu, militer AS terus meningkatkan kehadirannya di kawasan Karibia, yang kini tercatat sebagai skala pengerahan terbesar dalam lebih dari 30 tahun terakhir.
Sejak awal September 2025, Pentagon telah melancarkan lebih dari 20 serangan terhadap kapal-kapal yang diduga terlibat dalam penyelundupan narkoba di wilayah Karibia dan Pasifik Timur.
Serangkaian operasi ini menyebabkan lebih dari 80 orang tewas di luar negeri, menurut laporan resmi militer AS.
Kehadiran kapal induk USS Gerald R. Ford di perairan Karibia sejak awal November 2025 semakin memperkuat tekanan militer terhadap jaringan kartel narkoba di kawasan tersebut.
Di tengah eskalasi, pemerintahan Trump sebelumnya telah menetapkan Cartel de los Soles sebagai organisasi teroris asing.
Washington menuduh bahwa kelompok tersebut dikendalikan langsung oleh Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Namun, tuduhan tersebut dibantah keras oleh pemerintah Venezuela, yang menyebutnya sebagai "kebohongan kejam".
Presiden Maduro juga menolak keterlibatan apa pun dalam perdagangan narkoba, dan menuduh Amerika Serikat "merekayasa" konflik untuk menggulingkan pemerintahannya secara paksa.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







