
Pantau - Sebanyak 10 perusahaan asal Rusia dipastikan melakukan relokasi ke Indonesia sebagai dampak dari meningkatnya eskalasi geopolitik global.
Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) Akhmad Ma'ruf Maulana menyampaikan hal tersebut saat ditemui di Jakarta pada Selasa, dalam acara pelantikan Dewan Pengurus Harian HKI.
Menurutnya, ketegangan geopolitik yang terjadi saat ini justru menjadi peluang bagi Indonesia untuk menarik lebih banyak investasi asing.
"Rusia masuk 10 perusahaan," ungkapnya.
Meski tidak merinci nilai investasi yang dibawa, Akhmad menyatakan proses relokasi ini sudah mencapai tahap kesepakatan.
"Ga bisa disebutin angka investasi tapi udah deal," ia mengungkapkan.
Sektor Strategis: Drone, Farmasi, dan Perkapalan
Perusahaan-perusahaan Rusia yang direlokasi tersebut bergerak di sektor industri strategis, yaitu drone, farmasi, dan perkapalan.
Akhmad juga menjelaskan bahwa lokasi investasi perusahaan-perusahaan ini tersebar di kawasan industri di Pulau Jawa maupun luar Jawa.
Ia menyebutkan saat ini kawasan industri di Indonesia sedang berada dalam fase ekspansi dengan tingkat pertumbuhan mencapai 70 persen.
"Rata-rata ekspansi, namun ada tumpang tindih aturan yang tidak bisa HKI lebih leluasa dan cepat bergeraknya," ujarnya.
HKI mendorong agar Rancangan Undang-Undang (RUU) Kawasan Industri yang sedang dibahas di DPR dan Pemerintah dapat segera disahkan untuk meminimalkan hambatan regulasi.
Krisis Global: Serangan AS ke Venezuela dan Isu Greenland
Dalam perkembangan geopolitik lain yang berdampak luas, Amerika Serikat pada 3 Januari melancarkan serangan besar-besaran ke Venezuela.
Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya Cilia Flores ditangkap dan dibawa ke New York untuk diadili atas dugaan keterlibatan dalam narkoterorisme.
Dalam sidang perdana di New York, pasangan Maduro-Flores menyatakan tidak bersalah.
Sebagai respons, Venezuela mengajukan pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB dan Mahkamah Agung negara tersebut menunjuk Wakil Presiden Delcy Rodriguez sebagai kepala negara sementara.
Di sisi lain, Presiden AS juga mengumumkan langkah tegas terhadap apa yang disebutnya sebagai ancaman Rusia di Greenland.
Ia berencana memberlakukan tarif impor 10 persen terhadap barang dari beberapa negara Eropa mulai 1 Februari, yang akan dinaikkan menjadi 25 persen pada 1 Juni jika kesepakatan pembelian Greenland tidak tercapai.
Tindakan ini memicu reaksi dari negara-negara sekutu NATO di Eropa, yang mulai menahan informasi intelijen dari Washington di tengah menurunnya kepercayaan terhadap aliansi tersebut.
- Penulis :
- Leon Weldrick





