Pantau Flash
HOME  ⁄  Geopolitik

Liga Arab dan GCC Kecam Pengakuan Israel atas Somaliland, Sebut Langgar Kedaulatan Somalia dan Stabilitas Regional

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Liga Arab dan GCC Kecam Pengakuan Israel atas Somaliland, Sebut Langgar Kedaulatan Somalia dan Stabilitas Regional
Foto: (Sumber: Arsip - Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit berbicara dalam KTT Baghdad di Baghdad, Irak, 28 Agustus 2021. (ANTARA/Kantor Media PM Irak/HO-Reuters/as).)

Pantau - Liga Arab dan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) secara resmi menyatakan penolakan terhadap langkah Israel yang mengakui Somaliland sebagai negara merdeka, dengan menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional dan kedaulatan Somalia.

Pernyataan kecaman ini dirilis pada Jumat, 26 Desember 2025, tak lama setelah Israel menjadi negara pertama di dunia yang mengakui kemerdekaan Somaliland, wilayah yang memisahkan diri dari Somalia sejak 1991 namun belum mendapat pengakuan internasional.

Liga Arab dan GCC: Ini Preseden Berbahaya

Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit menegaskan bahwa langkah Israel merupakan "pelanggaran nyata terhadap hukum internasional" dan "mencolok terhadap prinsip persatuan dan kedaulatan negara".

Ia memperingatkan bahwa "setiap upaya untuk memaksakan pengakuan sepihak merupakan campur tangan yang tidak dapat diterima dalam urusan internal Somalia," serta menciptakan "preseden berbahaya yang mengancam keamanan dan stabilitas regional dan internasional."

Sementara itu, Sekretaris Jenderal GCC Jasem Albudaiwi menyebut pengakuan Israel sebagai "pelanggaran berat terhadap prinsip-prinsip hukum internasional" dan "pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Somalia".

Ia menambahkan bahwa tindakan Israel membahayakan stabilitas di kawasan Tanduk Afrika, membuka potensi konflik lebih lanjut, dan bertentangan dengan upaya internasional untuk memperkuat perdamaian global.

Dukungan Penuh untuk Somalia dan Penolakan terhadap Pengakuan Somaliland

Baik Liga Arab maupun GCC menegaskan dukungan penuh kepada Pemerintah Federal Somalia dalam mempertahankan keutuhan wilayah, stabilitas, dan kedaulatannya.

GCC menyatakan akan mendukung semua langkah Somalia "untuk memastikan kehidupan yang bermartabat bagi rakyatnya yang bersaudara".

Somaliland, meskipun telah memisahkan diri secara de facto sejak 1991 dan memiliki struktur pemerintahan sendiri, hingga kini belum memperoleh pengakuan internasional.

Pemerintah Somalia tetap menegaskan bahwa Somaliland adalah bagian tak terpisahkan dari wilayah nasionalnya, dan menyebut setiap bentuk keterlibatan atau kesepakatan bilateral dengan entitas tersebut sebagai pelanggaran terhadap hukum dan kedaulatan Somalia.

Penulis :
Gerry Eka