
Pantau - Tiga pesawat nirawak (drone) menghantam sebuah kafe dan hotel di Wilayah Kherson pada malam Tahun Baru dan menewaskan 24 orang serta melukai lebih dari 50 orang.
"Malam ini, musuh [Ukraina] melakukan serangan drone terarah ke tempat warga sipil merayakan Tahun Baru. Tiga drone menghantam sebuah kafe dan hotel di pesisir Laut Hitam di Khorly," ungkap Gubernur Vladimir Saldo, yang ditunjuk oleh Rusia sebagai gubernur wilayah Kherson.
Saldo menyatakan bahwa serangan terjadi hampir tepat saat pergantian tahun dan menewaskan satu anak.
"Data sementara: lebih dari 50 orang terluka, 24 tewas. Kami masih mengklarifikasi jumlahnya. Banyak yang terbakar hidup-hidup. Seorang anak tewas," lanjutnya.
Kherson Diklaim Rusia, Ukraina Belum Beri Tanggapan
Api dari lokasi kejadian telah berhasil dipadamkan dan tim medis masih berjuang menyelamatkan korban luka.
Wilayah Kherson secara geografis berada di Ukraina, namun sejak 30 September 2022, wilayah ini diklaim sebagai bagian resmi Rusia setelah Presiden Vladimir Putin menandatangani dekrit aneksasi atas empat wilayah Ukraina: Kherson, Donetsk, Luhansk, dan Zaporizhzhia.
Hingga saat ini belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Ukraina mengenai serangan tersebut.
Rusia Desak Kecaman Internasional atas Serangan Sipil
Ketua Majelis Tinggi Parlemen Rusia, Valentina Matvienko, meminta komunitas internasional serta para pemimpin negara untuk mengecam kejadian tersebut.
Ia menyatakan bahwa tidak ada alasan yang dapat membenarkan serangan terhadap warga sipil pada malam perayaan Tahun Baru.
Matvienko menambahkan bahwa militer Ukraina mengetahui keberadaan warga sipil, termasuk anak-anak, di kafe tersebut, namun tetap melakukan serangan yang disengaja.
- Penulis :
- Gerry Eka







