
Pantau - Pemerintah Australia pada Rabu mengeluarkan imbauan agar seluruh warganya segera meninggalkan Iran di tengah gelombang protes yang masih berlangsung dan situasi keamanan yang tidak dapat diprediksi.
“Jika berada di Iran, sebaiknya segera keluar. Protes keras terjadi di seluruh negeri dan bisa meningkat tanpa pemberitahuan,” demikian peringatan resmi yang dimuat dalam portal Smartraveller milik Kementerian Luar Negeri Australia.
Australia juga menunda semua perjalanan ke Iran dan meminta warganya untuk menghindari kerumunan, demonstrasi, atau protes, serta selalu mengikuti arahan otoritas setempat.
Operasional Kedutaan Dihentikan, Bantuan Konsuler Terbatas
Pemerintah Australia mengonfirmasi bahwa operasional Kedutaan Besar Australia di Teheran telah dihentikan, sehingga kemampuan memberikan bantuan konsuler menjadi sangat terbatas.
“Warga Australia yang memilih tetap tinggal di Iran meski mendapat imbauan bertanggung jawab penuh atas keselamatan diri mereka sendiri,” tegas pernyataan resmi tersebut.
Kondisi ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran atas potensi eskalasi protes dan ketidakstabilan keamanan di Iran.
Pemicu Protes: Krisis Ekonomi dan Melemahnya Nilai Rial
Gelombang protes di Iran mulai terjadi sejak akhir Desember 2025, dipicu oleh pelemahan tajam mata uang nasional, rial, yang memperparah tekanan ekonomi masyarakat.
Nilai tukar dolar AS di pasar tidak resmi melonjak dari sekitar 50.000 rial pada 2018 menjadi sekitar 1,4 juta rial di pasar terbuka saat ini.
Pelemahan nilai tukar tersebut berdampak langsung terhadap harga barang-barang kebutuhan pokok, baik di tingkat grosir maupun eceran.
Situasi ini diperparah oleh tingkat inflasi tahunan yang mencapai 38,9 persen, menurut data dari Bank Sentral Iran.
Inflasi tinggi dan depresiasi mata uang telah menekan daya beli masyarakat, memicu keresahan sosial yang meluas dalam bentuk aksi-aksi protes di berbagai kota.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








