Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Menlu Sugiono Tegaskan Komitmen Perkuat Hubungan RI–Turki, Fokus Ekonomi, Pertahanan, dan Kendaraan Listrik

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Menlu Sugiono Tegaskan Komitmen Perkuat Hubungan RI–Turki, Fokus Ekonomi, Pertahanan, dan Kendaraan Listrik
Foto: (Sumber: Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin (kedua kiri) dan Menteri Luar Negeri Sugiono (kiri) melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan (ketiga kanan) dan Menteri Pertahanan Nasional Turki Yaşar Güler (keempat kanan) di Ankara, Turki (9/1/2026). (ANTARA FOTO/Nabil Ihsan/app/sgd).)

Pantau - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat kerja sama bilateral dengan Turki dalam berbagai bidang strategis, termasuk ekonomi, pertahanan, forum multilateral, serta pengembangan kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

Dialog 2+2 Bahas Kerja Sama Strategis dan Dukungan untuk Palestina

Pernyataan tersebut disampaikan Sugiono dalam konferensi pers usai Pertemuan Gabungan Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan Indonesia–Turki (Dialog 2+2) yang digelar di Ankara pada Jumat (9 Januari 2026).

Sugiono menyatakan bahwa kedua negara telah sepakat untuk segera menyelesaikan kesepakatan penguatan kemitraan ekonomi bilateral, yang ditargetkan menjadi landasan menuju hubungan ekonomi strategis yang komprehensif.

"Kami sepakat mengenai pentingnya segera menyelesaikan kesepakatan preferensial terbatas sebagai pijakan awal menuju kemitraan ekonomi strategis komprehensif yang membuka potensi dan manfaat ekonomi bagi rakyat kedua negara," ujarnya.

Selain itu, kerja sama di sektor energi baru dan terbarukan, khususnya kendaraan listrik, menjadi fokus utama dalam pembahasan bilateral.

Cakupan kerja sama dalam sektor EV mencakup pembangunan ekosistem produksi baterai, kerja sama industri petrokimia, pertambangan, serta energi bersih.

Sugiono juga menyoroti pentingnya kerja sama pertahanan, yang dinilai krusial dalam mencapai kemandirian industri pertahanan masing-masing negara.

Turki Pandang Indonesia Mitra Kunci di Asia Pasifik

Pertemuan Dialog 2+2 juga menjadi ajang bagi delegasi kedua negara untuk bertukar pandangan tentang dinamika geopolitik regional dan global, termasuk perkembangan di PBB, OKI, dan ASEAN.

Indonesia dan Turki menegaskan kembali dukungan mereka terhadap perjuangan rakyat Palestina, serta berkomitmen meningkatkan kolaborasi untuk mendorong kemerdekaan Palestina.

Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, menyatakan bahwa kedua negara sepakat untuk memperluas kerja sama di sektor perdagangan, energi, dan pangan, sambil terus mengidentifikasi sektor-sektor strategis lainnya.

Fidan menambahkan bahwa Turki memiliki visi holistik untuk memperkuat keterlibatan di kawasan Asia Pasifik, dan dalam hal ini, Indonesia dipandang sebagai mitra kunci.

Dialog 2+2 juga dihadiri oleh Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Pertahanan Nasional Turki Yaşar Güler.

Pertemuan tersebut turut membahas penguatan kerja sama strategis di bidang keamanan, ekonomi, perdagangan, pembangunan, dan energi, sebagai bagian dari upaya memperdalam hubungan bilateral antara dua negara sahabat.

Penulis :
Aditya Yohan