
Pantau - Kanada menegaskan komitmennya sebagai mitra yang dapat diandalkan bagi Indonesia dengan mengumumkan pendanaan baru senilai 22,6 juta dolar Kanada atau setara Rp266,4 miliar untuk lima inisiatif pembangunan.
Pengumuman tersebut disampaikan oleh Randeep Sarai, Sekretaris Negara Kanada untuk Pembangunan Internasional, dalam konferensi pers di Jakarta pada Selasa, 13 Januari 2026.
Kunjungan Sarai ke Indonesia berlangsung dari 9 hingga 13 Januari 2026 dengan tujuan memperdalam kerja sama bilateral antara kedua negara.
"Inisiatif ini berfokus pada dukungan usaha kecil dan promosi perdagangan, mempromosikan ketahanan iklim melalui inisiatif dengan organisasi pemuda dan perempuan, dan melindungi kesehatan ibu dan bayi baru lahir dengan meningkatkan pelatihan bagi bidan," ungkapnya.
Lima Inisiatif Baru Kanada di Indonesia
Inisiatif pertama adalah promosi perdagangan pangan pertanian yang tahan iklim dengan dana sebesar 5 juta dolar Kanada (Rp60,5 miliar) untuk jangka waktu enam tahun.
Program ini bertujuan mendukung pertumbuhan UMKM di sektor makanan olahan, terutama yang dipimpin perempuan dan kelompok yang kurang terwakili.
Inisiatif kedua adalah pengaitan ekonomi untuk peningkatan nilai, perdagangan, dan ekspor dengan nilai yang sama, yaitu 5 juta dolar Kanada (Rp60,5 miliar) selama enam tahun.
Melalui program ini, Kanada akan mendukung 400 UMKM Indonesia agar lebih siap dan kompetitif dalam ekspor melalui peningkatan kapasitas, khususnya UMKM yang dipimpin perempuan.
Inisiatif ketiga berupa dukungan bagi jaringan pemuda untuk gerakan jender berkelanjutan dan aksi iklim senilai 4,1 juta dolar Kanada (Rp49,6 miliar) untuk empat tahun ke depan.
Tujuannya adalah mendukung organisasi pemuda dan perempuan dalam memajukan hak-hak perempuan serta memperkuat ketahanan iklim dan ekonomi di komunitas rentan.
Inisiatif keempat, yaitu dukungan bagi perempuan dalam kepemimpinan aksi iklim, bernilai 3,9 juta dolar Kanada (Rp47,2 miliar) selama empat tahun.
Program ini berfokus pada peningkatan kepemimpinan perempuan dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, sekaligus mendorong tata kelola iklim yang responsif terhadap isu jender.
Inisiatif kelima adalah kemitraan Indonesia-Kanada untuk penguatan kebidanan dengan dana 4,6 juta dolar Kanada (Rp55,7 miliar) dalam jangka waktu tiga tahun.
Program ini bertujuan memperkuat kerangka peraturan dan akuntabilitas di lembaga pelatihan kebidanan guna meningkatkan kualitas serta profesionalisme layanan kebidanan di Indonesia.
Tambahan Dukungan untuk Perjanjian Perdagangan
Selain kelima inisiatif tersebut, Kanada juga berkomitmen menyediakan dana tambahan sebesar 25 juta dolar Kanada (Rp303,6 miliar).
Dana ini ditujukan untuk mendukung Indonesia dalam implementasi Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) melalui bantuan teknis dan peningkatan kapasitas.
"Asumsi saya adalah untuk mengintegrasikan perjanjian perdagangan bebas ke dalam ekonomi dan pasar Indonesia. Jadi semua badan pengatur, badan perpajakan dan lain-lain. Jadi ini untuk jenis bantuan teknis dan hal terkait dengan itu," ia mengungkapkan.
- Penulis :
- Leon Weldrick







