Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Iran Tutup Wilayah Udara di Tengah Ketegangan Domestik dan Kecaman Internasional

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Iran Tutup Wilayah Udara di Tengah Ketegangan Domestik dan Kecaman Internasional
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Aksi unjuk rasa di Iran. ANTARA/Anadolu/as..)

Pantau - Pemerintah Iran menutup sementara wilayah udaranya untuk seluruh penerbangan, kecuali bagi penerbangan sipil internasional yang telah mendapatkan izin dari otoritas penerbangan sipil nasional.

Kebijakan ini diumumkan melalui pemberitahuan resmi penerbangan oleh otoritas terkait Iran, dan mencakup wilayah udara Teheran yang akan tetap ditutup hingga 15 Januari 2026.

Langkah Tanpa Penjelasan Teknis, Diambil di Tengah Krisis Internal

Penutupan wilayah udara ini tidak disertai penjelasan rinci mengenai alasan teknis dari keputusan tersebut.

Namun, langkah tersebut diambil di tengah meningkatnya ketegangan politik dan sosial di dalam negeri Iran, yang mencakup gelombang protes anti-pemerintah dan meningkatnya perhatian internasional terhadap penindakan terhadap demonstran.

Semua lalu lintas udara selain penerbangan sipil internasional dihentikan sementara hingga waktu yang belum ditentukan.

Tekanan Internasional dan Respons dari Amerika Serikat

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan bahwa dirinya telah menerima informasi bahwa eksekusi terhadap para pengunjuk rasa di Iran telah dihentikan.

Trump menegaskan bahwa Washington akan terus memantau situasi dan mengevaluasi tindakan selanjutnya.

Ia kembali menyatakan dukungannya terhadap para pengunjuk rasa dan memperingatkan bahwa Amerika Serikat dapat mengambil “tindakan yang sangat kuat” jika eksekusi kembali dilakukan, meskipun tidak merinci langkah apa yang dimaksud.

G7 Kecam Kekerasan terhadap Pengunjuk Rasa

Sementara itu, para menteri luar negeri dari negara-negara G7 secara resmi mengecam penggunaan kekerasan yang disengaja oleh aparat Iran terhadap para pengunjuk rasa.

G7 mendesak otoritas Iran untuk menahan diri serta menghormati hak asasi manusia, dan memperingatkan kemungkinan diberlakukannya langkah tambahan terhadap Teheran.

Sebaliknya, pejabat Iran menuduh Amerika Serikat dan Israel sebagai dalang di balik kerusuhan dan aksi terorisme yang terkait dengan gelombang protes.

Tuduhan tersebut telah dibantah oleh negara-negara Barat.

Korban Masih Belum Terverifikasi

Hingga kini, otoritas Iran belum mengeluarkan data resmi mengenai jumlah korban dalam protes yang meletus sejak akhir Desember.

Namun, kelompok-kelompok hak asasi manusia melaporkan bahwa ribuan orang dilaporkan tewas dan terluka, sementara kekerasan dan penindakan oleh aparat keamanan terus meningkat dari hari ke hari.

Penulis :
Aditya Yohan