
Pantau - Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa mengutuk keras tindakan Amerika Serikat bersama Israel terhadap Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei menyusul serangan militer yang diumumkan terjadi pada akhir Februari 2026.
PKB Nilai Tindakan Langgar Hukum Internasional
Ketua DPP PKB Bidang Kerja Sama Luar Negeri Luluk Nur Hamidah menyatakan, "Kami mengutuk keras tindakan pembunuhan politik melalui operasi militer terhadap pemimpin negara berdaulat," ujarnya.
Menurutnya, serangan tersebut tidak dapat dibenarkan dalam hukum internasional, tidak dapat diterima dalam norma kemanusiaan, serta berpotensi menciptakan preseden berbahaya bagi stabilitas dunia.
Luluk mengatakan, "Hari ini Iran menjadi target. Besok, negara mana pun dapat mengalami hal yang sama. Ketika pembunuhan terhadap pemimpin negara dianggap sah, maka tidak ada lagi jaminan keamanan bagi bangsa mana pun," tegasnya.
Ia juga menyatakan, "Ketika keadilan tidak ditegakkan secara konsisten, konflik akan semakin meluas," katanya.
PKB menilai tindakan tersebut terjadi karena ketiadaan sanksi tegas terhadap berbagai pelanggaran kemanusiaan sebelumnya termasuk konflik yang melibatkan Israel dan Palestina.
Serukan Penyelidikan dan Deeskalasi Konflik
DPP PKB menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa dan komunitas internasional untuk melakukan penyelidikan independen dan transparan atas serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran.
PKB meminta agar dijatuhkan sanksi tegas terhadap setiap pelanggaran hukum internasional tanpa standar ganda termasuk kepada Israel dan Amerika Serikat yang mendukungnya.
PKB juga mendorong deeskalasi konflik, pembukaan jalur diplomasi, serta perlindungan rakyat sipil dari dampak konflik yang meluas di Timur Tengah.
Luluk menegaskan, "Ketidakadilan global hari ini adalah ancaman bagi perdamaian dunia esok. Jika dunia terus diam, maka yang akan tumbuh bukan stabilitas, melainkan spiral konflik tanpa akhir," ujarnya.
Ia menyampaikan, "Semoga mereka diberi kekuatan dan ketabahan, dan semoga dunia internasional memiliki keberanian moral untuk menegakkan keadilan dan perdamaian sejati," katanya.
Sebelumnya, Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026 yang disusul pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai dimulainya operasi tempur di Iran.
Salah satu serangan berupa tujuh roket menghantam Teheran dan area dekat kediaman Ali Khamenei.
Iran kemudian meluncurkan serangan roket balasan ke Israel serta sejumlah target di Qatar, Uni Emirat Arab, dan Bahrain.
Pada 1 Maret 2026, pemerintah Iran mengonfirmasi tewasnya Ali Khamenei serta menetapkan masa berkabung 40 hari dan libur kerja selama satu minggu.
- Penulis :
- Gerry Eka
- Editor :
- Tria Dianti







