Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Penjabat Presiden Venezuela Tegaskan Tidak Takut Berdiplomasi dengan AS di Tengah Ketegangan Politik

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Penjabat Presiden Venezuela Tegaskan Tidak Takut Berdiplomasi dengan AS di Tengah Ketegangan Politik
Foto: (Sumber: Penjabat Presiden Venezuela Delcy Rodriguez. (Xinhua))

Pantau - Penjabat Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, menyatakan bahwa pemerintah Venezuela tidak takut menjalin diplomasi dengan Amerika Serikat, meskipun tengah berada dalam situasi politik yang memanas.

Serangan AS dan Penangkapan Maduro Jadi Latar Belakang Pernyataan

Pernyataan tersebut disampaikan Rodriguez dalam pidato kenegaraan tahunannya pada Kamis, 15 Januari 2026, menyusul serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat terhadap Venezuela serta penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya.

Dalam pidatonya, ia menegaskan "jangan takut dengan diplomasi" dan menyoroti catatan historis Amerika Serikat terkait intervensi di kawasan Amerika Latin.

Rodriguez menyatakan bahwa "kami tidak takut menghadapinya secara diplomatis melalui dialog politik, sebagaimana mestinya".

Ia menyampaikan bahwa pemerintah Venezuela tengah menyusun kebijakan baru sebagai respons atas kondisi geopolitik terkini.

Rodriguez juga meminta seluruh korps diplomatik asing yang bertugas di Venezuela agar menyampaikan kondisi yang sebenarnya kepada pemerintahan masing-masing.

Seruan Persatuan Nasional dan Kesiapan Bertemu AS

Dalam pidato yang sama, Rodriguez menyerukan persatuan nasional untuk menjaga kedaulatan dan integritas wilayah Venezuela.

"Saya mengajak Anda, sebagai rakyat Venezuela, untuk menjaga perdamaian di Venezuela, menjaga ketenteraman tanah air, dan melakukannya dengan penuh martabat serta tanggung jawab historis", ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya telah menerima undangan resmi untuk datang ke Amerika Serikat dalam kapasitasnya sebagai penjabat presiden Venezuela.

"Saya akan melakukannya dengan berdiri tegak, berjalan, bukan merangkak", tegas Rodriguez menutup pernyataannya.

Penulis :
Aditya Yohan