
Pantau - Pemerintah Iran mulai memulihkan layanan komunikasi dan internet secara bertahap setelah sebelumnya diblokir akibat protes besar terkait krisis ekonomi yang terjadi sejak akhir Desember 2025.
Layanan Dipulihkan Secara Bertahap
Pemblokiran dilakukan sejak unjuk rasa besar pada 8 Januari 2026 yang berawal dari protes atas kondisi ekonomi memburuk dan kemudian berkembang menjadi kerusuhan nasional.
Pemerintah Iran menyatakan bahwa pemulihan dilakukan setelah situasi keamanan dinilai telah terkendali dan sejumlah tokoh yang disebut sebagai bagian dari organisasi teror telah ditahan.
Pejabat setempat menjelaskan bahwa pembatasan akses internet "melemahkan secara signifikan koneksi dalam negeri yang dimiliki jaringan oposisi di luar negeri" serta turut melemahkan operasional "sel-sel teror", ungkapnya.
Langkah pemulihan akan dilakukan dalam tiga tahap, yaitu pemulihan layanan pesan singkat (SMS), kemudian sistem internet nasional dan aplikasi domestik, dan terakhir akses ke internet internasional.
Sumber dalam negeri mengonfirmasi bahwa aplikasi perpesanan lokal seperti Eita dan Bale telah kembali dapat digunakan setelah mengalami gangguan selama beberapa hari.
Konektivitas Masih Terbatas, Jumlah Korban Belum Diumumkan Resmi
Meskipun pemerintah mulai membuka kembali akses, pemantau layanan internet NetBlocks melaporkan bahwa konektivitas internet di Iran hanya mengalami sedikit peningkatan pada Sabtu pagi.
Tingkat konektivitas yang terdeteksi masih berada di angka 2 persen dari kondisi normal.
NetBlocks menyebut belum terlihat tanda-tanda pemulihan signifikan.
Pemerintah Iran hingga kini belum mengumumkan jumlah resmi korban akibat kerusuhan yang terjadi selama protes berlangsung.
Namun, menurut laporan Human Rights Activists News Agency (HRANA), sebuah lembaga HAM berbasis di Amerika Serikat, jumlah korban tewas mencapai 3.090 orang, sementara 2.055 orang dilaporkan terluka dan 22.123 orang ditangkap sejak kerusuhan dimulai.
Pejabat pemerintah menegaskan bahwa Iran "sepenuhnya sadar akan kewajiban HAM", dan telah mengambil "semua langkah yang diperlukan untuk menahan diri sekuat tenaga", sambil tetap memenuhi "tugasnya melindungi masyarakat serta menjaga ketertiban umum dan keamanan nasional", ungkapnya.
- Penulis :
- Leon Weldrick







