Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

GCC dan Uni Eropa Sepakat Tekan Iran Lewat Diplomasi dan Tuntut Penghentian Program Nuklir serta Serangan Regional

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

GCC dan Uni Eropa Sepakat Tekan Iran Lewat Diplomasi dan Tuntut Penghentian Program Nuklir serta Serangan Regional
Foto: Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) melakukan pertemuan tingkat menteri dengan Uni Eropa secara daring pada Kamis 5/3/2026 (sumber: Kedubes UEA)

Pantau - Dewan Kerja Sama Teluk atau Gulf Cooperation Council (GCC) dan Uni Eropa sepakat melakukan upaya diplomatik bersama untuk mencapai solusi permanen guna mencegah Iran memperoleh dan mengembangkan teknologi yang dapat mengancam keamanan kawasan dan dunia.

Kesepakatan tersebut disampaikan dalam pernyataan bersama pada Pertemuan Tingkat Menteri antara GCC dan Uni Eropa terkait serangan Iran terhadap negara-negara anggota GCC yang dikeluarkan pada Kamis, 5 Maret 2026.

Pertemuan tingkat menteri antara GCC dan Uni Eropa itu dilaksanakan secara daring dengan melibatkan para pejabat tinggi kedua pihak.

Para menteri dalam pertemuan tersebut menyepakati langkah diplomatik bersama untuk mencapai solusi permanen yang mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.

Para menteri juga menekankan pentingnya menghentikan produksi serta penyebaran rudal balistik Iran.

Selain itu, mereka menuntut penghentian pengembangan dan penyebaran pesawat nirawak drone serta teknologi lain yang dinilai mengancam keamanan kawasan dan dunia.

Kecaman atas Serangan Iran

GCC dan Uni Eropa mengecam keras serangan Iran terhadap negara-negara anggota GCC yang dinilai tidak dapat dibenarkan.

Serangan tersebut dianggap sebagai ancaman nyata terhadap keamanan regional maupun internasional.

Para menteri menuntut Iran segera menghentikan serangan tersebut tanpa syarat.

Mereka juga menegaskan hak negara-negara GCC untuk membela diri dari serangan Iran.

Hak tersebut merujuk pada Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa yang memberikan hak pembelaan diri secara individu maupun kolektif.

Negara-negara GCC dinyatakan berhak mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga keamanan wilayah mereka.

Negara-negara tersebut juga berhak melindungi wilayah dan warga negara mereka dari ancaman serangan.

Selain itu, mereka dapat mengambil langkah untuk memulihkan perdamaian internasional.

Para menteri juga menuntut Iran menghentikan berbagai aktivitas yang dianggap mengganggu stabilitas kawasan Timur Tengah dan Eropa.

Mereka juga menyatakan bahwa pada akhirnya rakyat Iran harus dapat menentukan masa depan mereka sendiri.

Para menteri juga mencatat komitmen negara-negara GCC untuk tidak mengizinkan wilayah mereka digunakan sebagai basis peluncuran serangan terhadap Iran.

Keamanan Jalur Energi dan Perdagangan Global

GCC dan Uni Eropa kembali menegaskan komitmen kuat terhadap dialog dan diplomasi untuk menyelesaikan krisis yang terjadi.

Pernyataan tersebut juga menegaskan pentingnya menjaga keamanan wilayah udara regional.

Keamanan jalur pelayaran laut juga dinilai sangat penting untuk stabilitas kawasan.

Kebebasan navigasi di jalur laut internasional disebut harus tetap dijaga.

Dua jalur pelayaran yang disorot secara khusus adalah Selat Hormuz dan Selat Bab el Mandeb.

Kedua selat tersebut merupakan jalur penting bagi perdagangan global serta pengiriman energi dunia.

Para menteri juga menekankan pentingnya menjamin keamanan rantai pasokan global.

Stabilitas pasar energi global juga disebut sebagai kepentingan penting dalam pernyataan tersebut.

Para menteri menegaskan bahwa keamanan dan stabilitas kawasan Teluk merupakan dua pilar penting bagi stabilitas ekonomi global.

Mereka juga menyatakan adanya hubungan erat antara keamanan kawasan Teluk dengan keamanan Eropa dan dunia.

Dalam konteks tersebut, para menteri mengakui pentingnya operasi maritim defensif Uni Eropa Aspides.

Mereka juga menyoroti peran operasi Atalanta dalam menjaga jalur perairan vital.

Kedua operasi tersebut dinilai berperan dalam mengurangi gangguan terhadap rantai pasokan global.

Para menteri juga menyerukan peningkatan koordinasi untuk mendukung operasi-operasi tersebut.

Mereka menekankan perlunya menjaga keamanan wilayah udara regional dan jalur pelayaran laut secara berkelanjutan.

Selain itu, keamanan energi dan keselamatan nuklir juga disebut sebagai hal penting yang harus dijaga.

Dewan Kerja Sama Teluk terdiri dari enam negara yakni Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Oman, Qatar, dan Kuwait.

Pada 28 Februari Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran yang menyebabkan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei meninggal dunia.

Serangan tersebut juga dilaporkan menewaskan hampir seribu orang lainnya.

Iran kemudian membalas serangan tersebut dengan meluncurkan rudal ke pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Beberapa negara anggota GCC menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat yakni Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Qatar, dan Kuwait.

Penulis :
Arian Mesa