Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

AS Tawarkan Kursi Tetap Dewan Perdamaian Gaza Seharga Lebih dari 1 Miliar Dolar

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

AS Tawarkan Kursi Tetap Dewan Perdamaian Gaza Seharga Lebih dari 1 Miliar Dolar
Foto: (Sumber: Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump. /ANTARA/Anadolu/py.)

Pantau - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta negara-negara mitra untuk membayar lebih dari 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp16,8 triliun demi mendapatkan kursi permanen di Dewan Perdamaian Gaza, menurut laporan Bloomberg yang mengutip rancangan piagam resmi dewan tersebut.

Rancangan Piagam Ungkap Mekanisme Jabatan dan Kekuatan Ketua

Dewan Perdamaian Gaza, yang sebelumnya diumumkan oleh Trump, terdiri dari sejumlah tokoh penting:

Marco Rubio, Menteri Luar Negeri AS

Steve Witkoff, Utusan Khusus Trump

Jared Kushner, menantu Trump

Tony Blair, mantan PM Inggris

Ajay Banga, Presiden Bank Dunia

Robert Gabriel, Wakil Penasihat Keamanan Nasional AS

Dalam piagam disebutkan:

Setiap negara anggota menjabat maksimal tiga tahun sejak piagam berlaku.

Masa jabatan dapat diperpanjang oleh Ketua, yakni Trump sendiri.

Negara yang menyumbang lebih dari 1 miliar dolar AS dalam tahun pertama dibebaskan dari batasan masa jabatan.

Trump sebagai ketua pertama memiliki hak eksklusif untuk menentukan negara yang diundang sebagai anggota.

Semua keputusan diambil melalui voting mayoritas, namun tetap memerlukan pengesahan dari ketua. Trump juga memiliki wewenang penuh untuk menyetujui segel resmi dewan.

Didukung Resolusi PBB, Tidak Libatkan Hamas

Pada November 2025, Dewan Keamanan PBB menyetujui resolusi yang diajukan AS untuk mendukung rencana penyelesaian konflik Gaza.

Resolusi tersebut didukung oleh 13 dari 15 negara anggota, dengan Rusia dan China abstain.

Isi rencana AS mencakup:

Pembentukan pemerintahan internasional sementara di Gaza

Pendirian Dewan Perdamaian Gaza dengan kepemimpinan Trump

Mandat militer internasional untuk menjaga stabilitas, bekerja sama dengan Israel dan Mesir

Hingga saat ini, belum ada rincian mengenai komposisi pasukan penjaga perdamaian yang akan dikerahkan.

Rencana ini tidak melibatkan Hamas secara langsung maupun tidak langsung dalam struktur pemerintahan Gaza ke depan.

PM Israel Benjamin Netanyahu dan pejabat senior Israel tetap menegaskan tekad mereka untuk menghancurkan Hamas secara militer dan politik.

Penulis :
Gerry Eka