
Pantau - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menyatakan kesiapan negaranya untuk bekerja sama dengan Komite Nasional untuk Administrasi Gaza dalam upaya membangun masa depan yang lebih baik bagi wilayah tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Rubio melalui media sosial, di mana ia menyebut menantikan kerja sama dengan Ketua Komite Nasional Administrasi Gaza, Dr. Ali Shaath, yang sebelumnya menjabat sebagai wakil menteri pengembangan industri dalam pemerintahan Palestina.
Rubio menegaskan bahwa kerja sama tersebut bertujuan mendorong stabilitas dan masa depan yang lebih baik bagi rakyat Gaza serta kawasan secara keseluruhan.
Rencana Perdamaian AS dan Peran PBB
Langkah ini sejalan dengan keputusan Dewan Keamanan PBB pada pertengahan November 2025 yang menyetujui resolusi usulan Amerika Serikat terkait rencana perdamaian komprehensif di Jalur Gaza.
Dalam pemungutan suara tersebut, 13 dari 15 anggota Dewan Keamanan PBB menyatakan persetujuan, sementara Rusia dan China memilih abstain.
Rencana yang diusulkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mencakup pembentukan pemerintahan internasional sementara di Gaza, serta pembentukan dewan perdamaian yang akan dipimpin langsung oleh Trump.
Selain itu, rencana tersebut juga mencakup pengerahan pasukan stabilisasi internasional dengan mandat militer yang akan dikoordinasikan bersama Israel dan Mesir.
Hamas Tidak Dilibatkan dalam Skema Pemerintahan
Hingga kini, belum ada pengumuman resmi mengenai komposisi pasukan penjaga perdamaian internasional yang akan dikerahkan di Gaza.
Rencana tersebut secara tegas tidak melibatkan Hamas, baik dalam struktur pemerintahan maupun dalam proses politik ke depan.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan sejumlah pejabat Israel sebelumnya telah berulang kali menegaskan bahwa tujuan utama mereka adalah menghapus Hamas, baik secara militer maupun politik.
Langkah diplomatik terbaru ini mencerminkan dinamika geopolitik yang terus berkembang di kawasan Timur Tengah, sekaligus menandai peran aktif Amerika Serikat dalam menentukan arah masa depan Gaza pascakonflik.
- Penulis :
- Gerry Eka







