
Pantau - Pemerintah Iran mengecam keras pernyataan negara-negara anggota G7 yang mengancam akan menjatuhkan sanksi baru atas penanganan aksi protes yang tengah berlangsung di Iran.
Kecaman tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Iran yang diunggah di kanal Telegram, sebagaimana dikutip kantor berita RIA Novosti pada Sabtu, 17 Januari 2026.
Negara-negara anggota G7 sebelumnya menyatakan kesiapan untuk memberlakukan pembatasan tambahan terhadap Iran apabila pemerintah Teheran menentang atau menekan aksi protes yang terjadi sejak akhir Desember 2025.
G7 juga menyuarakan keprihatinan atas memburuknya situasi dalam negeri Iran dan mendesak pemerintah agar menahan diri dalam merespons demonstrasi yang terus meluas.
Teheran Tuding G7 Munafik soal HAM
Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri Iran menyebut bahwa "Kementerian Luar Negeri Iran mengecam pernyataan negara-negara G7 yang merupakan bentuk campur tangan langsung dalam urusan dalam negeri Republik Islam Iran," ungkapnya.
Teheran juga menilai pernyataan tersebut sebagai "bukti nyata sikap palsu dan munafik" dari negara-negara G7 dalam menangani isu hak asasi manusia.
Iran secara khusus menuduh G7, yang dinilai dipimpin oleh Amerika Serikat, bersikap tidak konsisten dan munafik dalam membela nilai-nilai HAM.
Latar Belakang Aksi Protes dan Respons Internasional
Gelombang protes di Iran pertama kali muncul pada akhir Desember 2025.
Aksi ini dipicu oleh kekhawatiran masyarakat atas lonjakan inflasi dan melemahnya nilai tukar mata uang nasional, rial.
Situasi memanas sejak 8 Januari 2026, ketika Reza Pahlavi, putra dari Shah Iran yang digulingkan pada 1979, menyerukan mobilisasi nasional.
Pada hari yang sama, pemerintah Iran memblokir akses internet di berbagai wilayah sebagai upaya meredam penyebaran informasi.
Di sejumlah kota, demonstrasi berubah menjadi bentrokan antara demonstran dan aparat kepolisian.
Para demonstran meneriakkan slogan-slogan anti pemerintah, sementara laporan menyebutkan adanya korban jiwa dari kedua belah pihak.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump ikut menanggapi situasi tersebut dengan menyatakan dukungan terhadap rakyat Iran.
Trump bahkan mengancam akan melancarkan serangan besar terhadap Iran jika pengunjuk rasa terbunuh atau jika Iran melanjutkan pengembangan program rudal dan nuklirnya.
"Presiden Trump menyatakan akan mendukung rakyat Iran apabila diperlukan," sebagaimana tertulis dalam pernyataan resmi Gedung Putih pada akhir Desember 2025.
- Penulis :
- Shila Glorya







