Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Iran Tegaskan Hak Bela Diri di PBB, Desak Dunia Kecam Serangan AS dan Israel

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Iran Tegaskan Hak Bela Diri di PBB, Desak Dunia Kecam Serangan AS dan Israel
Foto: (Sumber : Massa aksi dari Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Sipil membawa poster saat aksi di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (6/3/2026). Dalam aksinya, mereka mengecam serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran karena dinilai melanggar hukum internasional dan kedamaian dunia serta meminta pemerintah untuk mengevaluasi kesepakatan Indonesia dalam piagam Board of Peace (BoP) karena dianggap tidak sesuai yang dimandatkan Dewan Keamanan PBB 2803. /ANTARAFOTO/Fauzan/YU..)

Pantau - Perwakilan Tetap Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Amir Saeid Iravani menyatakan Iran akan terus membela diri hingga serangan Amerika Serikat dan Israel dihentikan.

Pernyataan tersebut disampaikan Iravani kepada wartawan di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York menyusul eskalasi konflik yang dimulai pada 28 Februari.

Ia mengatakan, "Kami terus menjalankan hak melekat untuk membela diri berdasarkan Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa hingga agresi dan serangan barbar ini berhenti. Respons kami sah, perlu, dan proporsional".

Iravani menegaskan bahwa Iran hanya menargetkan sasaran militer sebagai tanggapan atas serangan terhadap negaranya.

Ia mengatakan, "Iran hanya menargetkan sasaran militer dari pihak penyerang. Kami tidak menargetkan warga sipil. Kami tidak menargetkan kepentingan negara-negara tetangga. Saat ini kami sedang menyelidiki tuduhan terkait serangan terhadap lokasi nonmiliter".

Ia menambahkan, "Penilaian awal kami menunjukkan bahwa beberapa insiden tersebut mungkin terjadi akibat intersepsi atau gangguan oleh sistem pertahanan Amerika Serikat yang dapat menyebabkan serangan menyimpang dari target militer yang dimaksud".

Iravani menyatakan Iran tidak mencari perang maupun eskalasi konflik meski tidak akan menyerahkan kedaulatan negaranya.

Ia mengatakan, "Iran tidak mencari perang. Iran tidak menginginkan eskalasi. Namun Iran tidak akan pernah menyerahkan kedaulatannya".

Ia menambahkan, "Peradaban kami yang kuno dan membanggakan menunjukkan bahwa Iran selalu menjadi bangsa yang mencintai perdamaian serta berkomitmen pada hidup berdampingan, martabat, dan saling menghormati antarbangsa. Kami akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk membela rakyat kami, wilayah kami, dan kemerdekaan kami".

Iravani juga menegaskan bahwa pemilihan kepemimpinan Iran sepenuhnya ditentukan oleh rakyat Iran tanpa campur tangan asing.

Ia mengatakan, "Iran adalah negara yang berdaulat dan merdeka. Iran tidak menerima dan tidak akan pernah mengizinkan kekuatan asing mencampuri urusan dalam negerinya. Konstitusi kami jelas. Pemilihan kepemimpinan Iran akan dilakukan sepenuhnya sesuai dengan prosedur konstitusional kami dan semata-mata berdasarkan kehendak rakyat Iran tanpa campur tangan asing".

Iravani menyerukan kepada seluruh negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mengecam agresi Amerika Serikat dan Israel.

Ia mengatakan, "Kami menyerukan kepada seluruh negara anggota untuk mengecam agresi ini, kejahatan perang ini, dan mengambil tindakan segera untuk menghentikan perang kriminal terhadap rakyat Iran, sebuah perang yang menimbulkan ancaman serius terhadap perdamaian dan keamanan regional maupun internasional".

Ia menambahkan, "Dewan Keamanan harus bertindak sekarang, dengan tegas, jelas, dan tanpa penundaan. Kegagalan untuk bertindak akan menimbulkan konsekuensi yang sangat serius. Hari ini Iran, besok bisa negara anggota lainnya".

Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran termasuk di Teheran yang menyebabkan kerusakan serta korban jiwa di kalangan sipil.

Dalam serangan tersebut Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan gugur dan Iran kemudian melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di berbagai wilayah Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri.

Penulis :
Aditya Yohan