
Pantau - Wakil Menteri Luar Negeri Iran Majid Takht-Ravanchi pada Jumat, 6 Maret 2026, menyatakan bahwa negara mana pun yang membantu agresi Amerika Serikat terhadap Iran akan menjadi target sah bagi Teheran di tengah meningkatnya ketegangan akibat serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan Takht-Ravanchi dalam wawancara dengan media France 24.
Ia mengatakan, "Jika ada negara yang bergabung dengan Amerika dan Israel dalam agresi terhadap Iran, mereka juga akan menjadi target sah bagi pembalasan Iran".
Takht-Ravanchi menambahkan bahwa Iran telah memberi tahu negara-negara Eropa serta pihak lain untuk berhati-hati terhadap keterlibatan dalam konflik tersebut.
Ia menyebut Iran telah memperingatkan mereka agar tidak terlibat dalam perang agresi terhadap negaranya.
Iran Tegaskan Tidak Percaya Amerika Serikat
Dalam kesempatan tersebut, Takht-Ravanchi juga menegaskan bahwa Iran tidak sedang mencoba bernegosiasi dengan Amerika Serikat.
Ia menyatakan bahwa Iran tidak mempercayai pemerintahan di Washington.
Takht-Ravanchi mengatakan, "Tidak, kami tidak mempercayai Amerika, Pemerintahan AS. Karena mereka mengkhianati, bukan hanya mengkhianati kami, tetapi mereka mengkhianati diplomasi. Kami sedang dalam proses negosiasi ketika mereka mulai menyerang kami... Kami membela diri".
Iran Sebut Perundingan Jenewa Sempat Berhasil
Takht-Ravanchi juga menjelaskan bahwa perundingan yang baru-baru ini berlangsung di Jenewa sebenarnya sempat menunjukkan hasil positif.
Namun menurutnya, Amerika Serikat kemudian mengubah posisinya dalam proses diplomatik tersebut.
Perubahan sikap tersebut dinilai membuat kesempatan untuk menyelesaikan masalah melalui dialog menjadi terlewatkan.
- Penulis :
- Aditya Yohan







