
Pantau - Menteri Luar Negeri Denmark, Lars Lokke Rasmussen, menyatakan keterkejutannya atas rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang akan mengenakan tarif terhadap sejumlah negara Eropa, termasuk Denmark, sebagai respons atas penolakan pembelian wilayah Greenland oleh AS.
Trump mengumumkan bahwa tarif sebesar 10 persen akan diberlakukan mulai Februari 2026 kepada Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia.
Rencana tersebut juga menyebutkan bahwa tarif akan meningkat menjadi 25 persen dan tetap berlaku hingga Amerika Serikat berhasil mengakuisisi Greenland.
Reaksi Pemerintah Denmark
Rasmussen mengungkapkan bahwa langkah Trump “cukup mengejutkan,” terutama karena sebelumnya Denmark telah mengadakan pertemuan yang ia sebut “konstruktif” dengan Wakil Presiden AS, Vance, serta Menteri Luar Negeri AS, Rubio.
Ia menambahkan bahwa peningkatan kehadiran militer Denmark di Greenland dilakukan demi menjaga stabilitas kawasan Arktik dan bukan ditujukan sebagai bentuk provokasi terhadap pihak manapun.
"Arktik bukan lagi kawasan dengan ketegangan rendah, dan sudah saatnya perhatian terhadap keamanan wilayah ini ditingkatkan," ungkapnya.
Ketegangan Militer dan Diplomatik di Arktik
Pada 14 Januari 2026, Denmark secara resmi mengumumkan penguatan kehadiran militernya di Greenland melalui kerja sama dengan NATO.
Langkah ini mencakup peningkatan latihan militer dalam rangka Operasi Arctic Endurance, yang juga melibatkan negara-negara Eropa lainnya seperti Swedia, Norwegia, Finlandia, Prancis, Belanda, Inggris, Jerman, dan Slovenia.
Sementara itu, Pemerintah AS menilai langkah tersebut sebagai hambatan terhadap ambisi geopolitik mereka di kawasan Arktik, terutama terkait rencana lama Trump untuk membeli Greenland.
Kedaulatan Greenland dan Penolakan Akuisisi
Greenland merupakan wilayah otonom yang masih berada di bawah Kerajaan Denmark dan memiliki pemerintahan sendiri.
Donald Trump secara terbuka menyatakan keinginannya agar Greenland menjadi bagian dari Amerika Serikat, sebuah gagasan yang ditolak keras oleh otoritas Denmark dan Pemerintah Greenland.
Mereka menyerukan agar AS menghormati kedaulatan wilayah dan keputusan internal kedua pemerintahan tersebut.
Sumber Informasi dan Konteks Tambahan
Berita ini disampaikan berdasarkan laporan dari media Rusia Sputnik dan RIA-Novosti, yang diteruskan oleh Organisasi Kantor Berita Asia-Pasifik (OANA).
Situasi ini menjadi bagian dari meningkatnya ketegangan diplomatik antara Amerika Serikat dan negara-negara Eropa terkait isu pengaruh dan keamanan di wilayah Arktik.
- Penulis :
- Gerry Eka








