Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Pentagon Siapkan 1.500 Tentara untuk Antisipasi Kerusuhan di Minnesota Akibat Operasi Imigrasi

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Pentagon Siapkan 1.500 Tentara untuk Antisipasi Kerusuhan di Minnesota Akibat Operasi Imigrasi
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Aksi unjuk rasa di Minnesota, Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py.)

Pantau - Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) tengah menyiapkan sekitar 1.500 personel militer dari Divisi Lintas Udara ke-11 untuk kemungkinan pengerahan ke Minnesota, seiring meningkatnya ketegangan akibat operasi imigrasi besar-besaran di negara bagian tersebut.

Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi jika situasi kerusuhan memburuk, sebagaimana dilaporkan The Washington Post mengutip sejumlah pejabat pertahanan AS.

Prajurit yang disiagakan berasal dari dua batalion infanteri Divisi Lintas Udara ke-11 Angkatan Darat AS yang berbasis di Alaska dan memiliki keahlian dalam operasi di medan dingin.

Para tentara telah menerima perintah untuk bersiap dikerahkan apabila kondisi di lapangan semakin tidak terkendali.

Operasi Imigrasi Terbesar di Minnesota

Ketegangan dipicu oleh pernyataan Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem yang pada Selasa, 13 Januari 2026, mengumumkan peluncuran operasi imigrasi terbesar yang pernah terjadi di Minnesota.

Sebanyak 2.000 agen dan petugas imigrasi dikerahkan ke berbagai wilayah di negara bagian itu untuk memperkuat penegakan hukum terhadap imigran tidak berdokumen.

Presiden Donald Trump sebelumnya menyatakan akan menggunakan Undang-Undang Pemberontakan untuk mengambil alih kendali keamanan di Minnesota, dengan alasan bahwa pemerintahan negara bagian telah mendorong protes terhadap lembaga Imigrasi dan Bea Cukai (ICE).

Gedung Putih menyampaikan bahwa langkah Pentagon merupakan praktik standar sebagai bentuk kesiapsiagaan terhadap kemungkinan keputusan presiden.

Ancaman Undang-Undang Pemberontakan dan Ketegangan Meningkat

Undang-Undang Pemberontakan, yang diadopsi pada tahun 1807, memberi kewenangan kepada presiden AS untuk mengerahkan Angkatan Bersenjata atau Garda Nasional dalam merespons kerusuhan sipil, pemberontakan, atau perlawanan terhadap pemerintah federal.

Ancaman penggunaan undang-undang ini muncul di tengah gelombang protes di Minnesota, setelah seorang warga sipil tewas dalam insiden penembakan oleh petugas ICE.

Insiden tersebut menyulut demonstrasi besar di Minneapolis dan sejumlah kota lain, menambah ketegangan di negara bagian yang dikenal dengan julukan “Tanah 10.000 Danau”.

Pemerintah federal hingga saat ini belum mengeluarkan keputusan final terkait pengerahan militer.

Namun, pejabat Pentagon menegaskan bahwa pasukan hanya akan digunakan sebagai langkah terakhir dan harus sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Latar Belakang Negara Bagian Minnesota

Minnesota merupakan negara bagian di wilayah barat tengah Amerika Serikat, dengan ibu kota di Saint Paul dan kota terbesar di Minneapolis.

Wilayah ini terkenal dengan kekayaan alam, sektor pertanian, serta komunitas urban yang dinamis.

Minnesota juga menjadi tempat tinggal bagi 11 bangsa pribumi Amerika yang berdaulat, menjadikannya salah satu negara bagian dengan keragaman budaya tinggi di AS.

Penulis :
Gerry Eka