Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Kanselir Jerman Friedrich Merz Akan Temui Presiden Trump di Davos, Bahas Ketegangan Tarif dan Isu Greenland

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kanselir Jerman Friedrich Merz Akan Temui Presiden Trump di Davos, Bahas Ketegangan Tarif dan Isu Greenland
Foto: (Sumber: Kanselir Jerman Friedrich Merz. ANTARA/Xinhua/Li Hanlin/aa..)

Pantau – Kanselir Jerman Friedrich Merz menyatakan niatnya untuk bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos pada Rabu, 21 Januari 2026, guna membahas ketegangan yang meningkat akibat ancaman tarif dari AS terhadap negara-negara Eropa.

Pernyataan tersebut disampaikan Merz dalam konferensi pers bersama pimpinan CDU Rheinland-Pfalz, Gordon Schnieder, di Berlin pada Senin, yang juga disiarkan oleh saluran televisi Phoenix.

Merz menegaskan bahwa sejak AS mengumumkan rencana tarif, Uni Eropa bersama mitra non-UE seperti Inggris dan Norwegia telah melakukan dialog intensif selama akhir pekan.

Eropa Tidak Cari Konflik, Tapi Siap Respons

Merz menyampaikan bahwa pihak Eropa bersatu dalam pandangan untuk menghindari eskalasi dan tidak mencari konflik dagang dengan Amerika Serikat.

Namun, ia menekankan bahwa jika tarif tersebut dianggap tidak beralasan, Eropa memiliki kapasitas untuk merespons secara mandiri.

“Saya tidak menginginkan itu, tetapi jika perlu, kami tentu akan membela kepentingan Eropa maupun kepentingan nasional Jerman,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah AS mengetahui bahwa Eropa mampu bertindak bila diperlukan.

Davos Jadi Momentum Diplomasi

Merz menyebut pertemuan WEF Davos 2026 yang digelar pada 19–23 Januari sebagai kesempatan penting untuk melanjutkan dialog dan mencegah konflik yang lebih besar.

“Saya juga akan mencoba bertemu Presiden Trump pada Rabu,” katanya.

Isu ini akan dibahas secara lebih lanjut oleh para pemimpin Eropa dalam pertemuan tingkat tinggi di Brussels pada Kamis, 22 Januari 2026.

Ancaman Tarif AS Picu Ketegangan

Ketegangan meningkat sejak Presiden Trump pada Sabtu lalu mengumumkan tarif tambahan sebesar 10 persen terhadap delapan negara Eropa, yakni Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia.

Tarif tersebut akan dinaikkan menjadi 25 persen pada bulan Juni dan akan tetap diberlakukan hingga Amerika Serikat mencapai kesepakatan pembelian wilayah Greenland dari Denmark.

Penulis :
Ahmad Yusuf