
Pantau - Malaysia merespons dinamika geopolitik global dengan menjajaki bidang dan pasar baru sebagai upaya menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dalam sesi tanya jawab di Parlimen Malaysia, Kuala Lumpur, Selasa.
Anwar Ibrahim menyampaikan bahwa perubahan lanskap geopolitik global turut memengaruhi perdagangan internasional dan penetrasi pasar.
“Memang merupakan fakta. Bahwa akibat posisi dan perubahan geopolitik, sejumlah kebijakan negara-negara besar, termasuk Amerika Serikat - baik terkait tarif maupun beberapa keputusan melibatkan negara lain, Eropa, isu Greenland serta isu Venezuela - sedikit banyak mempengaruhi perdagangan internasional dan penetrasi pasar yang baru,” ujar Anwar Ibrahim.
Pemerintah Malaysia, kata Anwar, bersikap realistis dalam menyikapi kondisi tersebut dengan menjajaki peluang pasar dan bidang baru, termasuk teknologi baru.
“Oleh karena itu, kami telah berupaya menjajaki bidang dan pasar baru, termasuk teknologi baru. Alhamdulillah, hingga saat ini selain mitra dagang lama yang tetap, seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Tiongkok, kami juga berhasil menembus kawasan dan wilayah baru untuk meningkatkan pasar dan perdagangan,” katanya.
Anwar Ibrahim menyampaikan bahwa pemerintah tetap mempertahankan hubungan dagang dengan mitra lama seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Tiongkok, sembari membuka pasar baru.
Selama sembilan bulan pertama tahun 2025, investasi yang disetujui di Malaysia mencapai RM285,2 miliar atau setara Rp1.194 triliun.
Capaian tersebut meningkat 13,2 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024 dan menjadi salah satu yang tertinggi dalam sejarah Malaysia.
Sebelumnya, nilai investasi yang disetujui tercatat sebesar RM329,5 miliar pada 2023 dan meningkat menjadi RM384,4 miliar pada 2024.
Selain itu, total perdagangan nasional Malaysia pada tahun 2025 mencapai RM3 triliun, yang merupakan pencapaian pertama sepanjang sejarah negara tersebut.
Anwar Ibrahim menekankan pentingnya kejelasan kebijakan, disiplin, dan tata kelola yang baik dalam menghadapi tantangan global.
“Oleh karena itu, saya menyimpulkan perlunya kejelasan kebijakan, disiplin, dan tata kelola yang baik serta upaya menjajaki pasar-pasar yang baru,” ujarnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







