
Pantau - Pemerintah Rusia menyatakan bahwa perundingan mengenai ratifikasi perjanjian perbatasan negara dengan Estonia tidak mungkin dilanjutkan dalam situasi saat ini.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kuasa Usaha Rusia di Tallinn, Kamran Abilov, kepada kantor berita RIA Novosti.
Perjanjian antara Rusia dan Estonia mencakup penetapan batas wilayah darat serta batas wilayah maritim di Teluk Narva dan Teluk Finlandia.
Perjanjian ini telah ditandatangani pada tahun 2014 oleh kedua negara.
Ketegangan Politik Hambat Proses Ratifikasi
Kamran Abilov menegaskan bahwa sikap Rusia terhadap isi perjanjian tersebut tidak mengalami perubahan.
"Pendekatan Federasi Rusia terhadap Perjanjian Perbatasan Negara dan Perjanjian tentang Penetapan Batas Ruang Maritim di Teluk Narva dan Teluk Finlandia tetap tidak berubah," ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa diskusi mengenai perlunya ratifikasi perjanjian telah berlangsung hingga Februari 2022.
Namun, pada Mei 2022, parlemen Estonia menolak rancangan undang-undang untuk mencabut tanda tangan dari perjanjian tersebut dengan alasan "kurangnya dasar hukum."
Abilov menyebut bahwa narasi agresi Rusia yang diusung oleh pemerintah Estonia menjadi faktor penghambat utama dalam melanjutkan proses ratifikasi.
"Mengingat sikap bermusuhan dari pemerintah Tallinn, kami menganggap bahwa melanjutkan proses negosiasi tidak mungkin dilakukan pada tahap ini," tegasnya.
- Penulis :
- Aditya Yohan







