Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Sekjen PBB Tegaskan Peran Aktif Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam Mediasi Konflik Global

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Sekjen PBB Tegaskan Peran Aktif Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam Mediasi Konflik Global
Foto: (Sumber: Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, berbicara pada jumpa pers di Markas Besar PBB, di New York, Amerika Serikat, Jumat (28/2/2025). ANTARA/Xinhua/HO-UN Photo/Manuel Elias/aa..)

Pantau - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres menegaskan bahwa PBB sangat aktif dalam menengahi konflik di berbagai belahan dunia meskipun menghadapi keterbatasan dalam memaksa pihak-pihak yang bertikai.

Pernyataan tersebut disampaikan Antonio Guterres pada Kamis, 29 Januari 2026, dalam konferensi pers yang memaparkan prioritas PBB untuk tahun 2026.

Guterres menyatakan PBB tetap menjalankan peran aktif dalam mediasi konflik internasional meski dalam sejumlah kasus tidak diterima sebagai mediator oleh para pihak.

Antonio Guterres menyebut PBB terlibat aktif dalam upaya mediasi konflik di Libya.

Selain Libya, PBB juga berperan dalam proses mediasi dan stabilisasi di Sudan.

PBB turut aktif dalam mencegah eskalasi konflik di Sudan Selatan.

Republik Demokratik Kongo juga menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian intensif PBB dalam menjaga stabilitas.

Myanmar termasuk wilayah yang menjadi fokus aktivitas PBB dalam upaya mediasi dan pencegahan konflik.

Selain itu, PBB juga terlibat aktif dalam proses negosiasi terkait Sahara Barat.

Guterres menegaskan “Dan saya bisa terus menyebutkan berbagai situasi di mana kami sangat aktif dalam upaya mediasi, upaya konsiliasi posisi, dan proses perdamaian,” ungkapnya.

Ketika ditanya mengenai kekhawatirannya terhadap peran PBB di masa depan dalam menjaga perdamaian dan keamanan dunia, Guterres menjawab “Tidak.”

Guterres menjelaskan terdapat wilayah-wilayah tertentu di mana PBB tidak bertindak sebagai mediator karena setidaknya salah satu pihak tidak menginginkan keterlibatan PBB.

Guterres menyampaikan “Ada wilayah-wilayah di mana kami tidak bertindak sebagai mediator, karena setidaknya salah satu pihak (dalam konflik) tidak menginginkan kami memediasinya,” katanya.

Guterres mencontohkan bahwa Israel tidak pernah menerima PBB sebagai mediator dalam konflik yang melibatkannya.

Menurut Guterres, penolakan tersebut kemungkinan berkaitan dengan pendekatan PBB yang berlandaskan nilai-nilai Piagam PBB.

Guterres menyampaikan “Israel tidak pernah menerima PBB sebagai mediator. Mungkin karena kami akan memediasi berdasarkan nilai-nilai kami, nilai-nilai Piagam (PBB) ... mereka yang melanggar Piagam PBB mungkin tidak tertarik pada mediasi oleh entitas yang, pada dasarnya, merupakan entitas yang mewakili Piagam tersebut,” ujarnya.

Guterres menegaskan keterbatasan utama PBB adalah tidak memiliki instrumen kekuasaan untuk memaksa pihak-pihak berkonflik duduk di meja perundingan.

Guterres menyampaikan “Hanya ada satu hal yang tidak kami miliki, yaitu instrumen kekuasaan untuk memaksa pihak-pihak terkait untuk datang ke meja perundingan,” katanya.

Penulis :
Ahmad Yusuf