Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Arab Saudi Peringatkan Iran Akan Makin Kuat Jika AS Tak Bertindak, Ketegangan Regional Meningkat

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Arab Saudi Peringatkan Iran Akan Makin Kuat Jika AS Tak Bertindak, Ketegangan Regional Meningkat
Foto: Arsip foto - Presiden AS Donald Trump berbicara dengan Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman saat KTT G20 di Osaka, Jepang 28/6/2019 (sumber: REUTERS/Kevin Lamarque)

Pantau - Menteri Pertahanan Arab Saudi, Pangeran Khalid bin Salman (KBS), memperingatkan bahwa Iran akan semakin kuat jika Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak menindaklanjuti ancamannya terhadap Teheran.

Arab Saudi Ubah Sikap, Desak Ketegasan AS Terhadap Iran

Pernyataan KBS itu disampaikan dalam pengarahan tertutup di Washington, menurut laporan media Axios, di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan Teluk.

KBS dikenal sebagai orang kepercayaan Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) dan kunjungannya ke Washington menandai pergeseran sikap Arab Saudi yang sebelumnya lebih berhati-hati dalam menyikapi konflik dengan Iran.

Menurut laporan, sekitar tiga pekan sebelum pengarahan tersebut, MBS telah mendesak Presiden Trump untuk tidak mengambil tindakan militer terhadap Iran karena dikhawatirkan akan memicu konflik regional yang lebih luas.

Desakan MBS disebut ikut memengaruhi keputusan Trump untuk menunda serangan terhadap Iran, meskipun saat itu AS sedang meningkatkan kekuatan militernya di kawasan Teluk.

Pertemuan Tertutup di Gedung Putih dan Ancaman Konflik Kawasan

Selama kunjungan ke Washington, KBS mengadakan pertemuan tertutup dengan sejumlah pejabat senior AS di Gedung Putih pada Kamis.

Pejabat yang hadir dalam pertemuan itu antara lain Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Utusan Gedung Putih Steve Witkoff, dan Ketua Kepala Staf Gabungan Dan Caine.

Menurut Axios, pembahasan utama dalam pertemuan tersebut adalah kemungkinan serangan militer AS terhadap Iran.

Namun, KBS dikabarkan meninggalkan pertemuan tanpa adanya kejelasan mengenai strategi atau niat konkret dari pemerintahan Trump.

Dalam pengarahan tertutup lainnya dengan para pakar dan perwakilan organisasi Yahudi, KBS menyatakan, "Kegagalan bertindak secara militer setelah mengeluarkan ancaman selama berminggu-minggu akan mendorong keberanian Iran," ungkapnya.

Meski demikian, ia juga mengakui bahwa risiko eskalasi regional harus dikelola dengan hati-hati.

Secara terbuka, Arab Saudi tetap menyuarakan penghormatan terhadap kedaulatan Iran dan menegaskan bahwa solusi diplomatik tetap menjadi pilihan utama.

Pemerintah Saudi juga menekankan bahwa wilayah udara negaranya tidak akan digunakan untuk serangan militer terhadap Iran.

Sementara itu, pejabat Gedung Putih menyatakan bahwa belum ada keputusan resmi dari Presiden Trump, dan jalur diplomasi masih menjadi opsi yang dipertimbangkan.

Axios mencatat bahwa tidak ada perundingan langsung yang serius antara AS dan Iran saat ini, karena Teheran dianggap tidak bersedia menerima tuntutan dari Washington.

Para pejabat Saudi kini menghadapi dilema strategis, yakni khawatir akan dampak serangan militer AS, namun juga waspada terhadap potensi penguatan Iran jika tindakan tidak dilakukan.

Penulis :
Shila Glorya