Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Presiden Iran Serukan Keadilan dan Kewaspadaan terhadap Upaya Perpecahan di Tengah Ketegangan dengan AS

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Presiden Iran Serukan Keadilan dan Kewaspadaan terhadap Upaya Perpecahan di Tengah Ketegangan dengan AS
Foto: Seorang pejalan kaki berjalan di jalan di Lapangan Enghelab di Teheran, Iran, Kamis 15/1/2026 (sumber: ANTARA/Xinhua)

Pantau - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa Iran harus menempuh jalan keadilan sebagai benteng untuk melindungi rakyat dari ancaman baik dari dalam maupun luar negeri.

Dalam pernyataannya, Presiden menekankan pentingnya membedakan antara protes damai dan upaya yang bertujuan menciptakan perpecahan di masyarakat.

"Kita wajib mendengarkan para pengunjuk rasa damai," ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa ada pihak-pihak yang berusaha memanfaatkan gelombang protes untuk memecah belah bangsa, sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita semi-resmi Tasnim.

Presiden juga menyampaikan pentingnya memberikan kedaulatan kepada rakyat dan melibatkan mereka dalam proses pengambilan keputusan.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kewaspadaan harus tetap dijaga terhadap upaya untuk mengubah protes menjadi tindakan hasutan.

Tuduhan terhadap Pihak Asing dan Seruan Evaluasi Pemerintah

Presiden Pezeshkian menyebut bahwa pengalaman terkini menunjukkan adanya peran dari musuh bebuyutan, termasuk rezim Israel dan pendukung Baratnya, dalam menghasut kerusuhan dan memecah belah Iran.

Menurutnya, aktor-aktor tersebut berupaya mengeksploitasi tuntutan sosial dengan mendorong protes ke arah kekerasan, pembunuhan, dan penghancuran properti publik, termasuk serangan terhadap pasukan militer dan fasilitas layanan.

"Tindakan tersebut tidak memiliki tempat dalam norma protes sipil apa pun," tegasnya.

Ia juga menyerukan agar pihak berwenang melakukan evaluasi terhadap perilaku dan kinerja mereka terhadap warga negara.

Langkah ini, menurutnya, bertujuan menghilangkan dalih dari pihak-pihak yang ingin mengubah protes menjadi kebencian dan hasutan.

"Pelayanan tulus kepada rakyat adalah penghalang utama terhadap infiltrasi musuh," ia mengungkapkan.

Ketegangan Iran-AS Kembali Meningkat

Pernyataan Presiden Pezeshkian muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Tehran dan Washington dalam beberapa pekan terakhir.

Ketegangan memuncak setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa "armada besar" sedang bergerak menuju Iran.

Trump juga menyerukan agar Tehran "datang ke meja perundingan" untuk melakukan negosiasi.

Sebagai tanggapan, pejabat Iran memperingatkan bahwa setiap serangan dari Amerika Serikat akan memicu respons yang "cepat dan komprehensif".

Iran menegaskan bahwa mereka tetap terbuka untuk melakukan pembicaraan, namun hanya dengan "syarat yang adil, seimbang, dan tidak memaksa".

Penulis :
Shila Glorya