Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Iran Tegaskan Tidak Akan Transfer Uranium Diperkaya ke Luar Negeri di Tengah Ketegangan Global

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Iran Tegaskan Tidak Akan Transfer Uranium Diperkaya ke Luar Negeri di Tengah Ketegangan Global
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Konflik nuklir Iran dan Amerika Serikat. /ANTARA/Anadolu/py..)

Pantau - Pejabat senior Iran menegaskan tidak ada rencana untuk memindahkan uranium Iran yang telah diperkaya ke negara lain, di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington terkait program nuklir.

Pernyataan Resmi Pejabat Iran

Pernyataan tersebut disampaikan Deputi Urusan Kebijakan Luar Negeri Sekretariat Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Bagheri dalam laporan dari Istanbul.

Ali Bagheri menyatakan bahwa pejabat Iran tidak memiliki niat untuk mentransfer material nuklir yang telah diperkaya ke luar negeri.

Ia menjelaskan bahwa perundingan yang sedang berlangsung pada dasarnya tidak berfokus pada isu pemindahan uranium.

Tawaran Rusia dan Situasi Ketegangan

Pada hari yang sama, Kremlin kembali menyampaikan tawaran untuk memproses atau menyimpan uranium Iran yang diperkaya sebagai upaya meredakan ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.

Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menyampaikan bahwa topik tersebut telah lama masuk dalam agenda diplomatik Rusia.

Dmitry Peskov menyatakan bahwa Rusia telah cukup lama menawarkan jasanya sebagai salah satu opsi yang dapat menghilangkan sejumlah faktor yang menimbulkan ketegangan bagi beberapa negara.

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat meningkat sejak terjadinya aksi protes anti-pemerintah di Iran pada akhir Desember.

Situasi tersebut semakin memburuk setelah muncul laporan pergerakan armada militer Amerika Serikat menuju kawasan Timur Tengah.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa sebuah armada besar militer Amerika Serikat sedang menuju kawasan tersebut.

Trump juga memperingatkan Iran agar bersedia berunding mengenai program nuklirnya atau menghadapi potensi aksi militer.

Dalam beberapa hari terakhir, aktivitas diplomatik terkait konflik Iran dan Amerika Serikat tercatat mengalami peningkatan.

Sejumlah negara di kawasan, termasuk Turkiye, turut melakukan intervensi diplomatik untuk meredakan ketegangan antara kedua negara.

Penulis :
Aditya Yohan