Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Iran Siap Buka Dialog Nuklir dengan AS, Pezeshkian Perintahkan Perundingan Dimulai

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Iran Siap Buka Dialog Nuklir dengan AS, Pezeshkian Perintahkan Perundingan Dimulai
Foto: (Sumber: Foto yang diabadikan pada 27 Januari 2026 ini menunjukkan sebuah spanduk raksasa terpampang di Teheran, Iran. ANTARA/Xinhua/Shadati)

Pantau - Presiden Iran Masoud Pezeshkian memerintahkan dimulainya perundingan dengan Amerika Serikat terkait isu nuklir, sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita semiresmi Fars pada Senin, 2 Februari 2026.

Perundingan Akan Digelar di Turkiye

Menurut laporan Fars yang mengutip sumber dari dalam pemerintahan Iran, keputusan ini menjadi langkah awal yang penting untuk meredakan ketegangan antara Teheran dan Washington.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, dalam pernyataannya pada hari yang sama, membenarkan kemungkinan dialog tersebut.

"Perundingan ini kemungkinan besar akan berlangsung di Turkiye dalam beberapa hari ke depan," ungkapnya.

Kantor berita semiresmi lainnya, Tasnim, turut mengonfirmasi informasi tersebut berdasarkan keterangan sumber anonim yang mengetahui permasalahan itu.

Menurut laporan Tasnim, Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, disebut akan memimpin delegasi Iran, sementara utusan khusus Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff, akan menjadi perwakilan dari pihak Amerika Serikat.

Namun, lokasi dan tanggal pasti perundingan hingga saat ini masih belum ditentukan.

Ketegangan Iran-AS Meningkat, Perjanjian Nuklir Jadi Taruhan

Langkah diplomatik ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat, terutama akibat kehadiran militer AS yang kian besar di kawasan Timur Tengah.

Pada akhir Januari 2026, pemerintahan Trump mengerahkan satu gugus tempur kapal induk lengkap dengan sejumlah kapal perang ke wilayah tersebut.

Dalam pernyataan pada Minggu, 1 Februari 2026, Trump mengatakan bahwa jika Iran gagal mencapai kesepakatan nuklir dengan Amerika Serikat, maka "kita akan melihat" apakah peringatan dari Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei bahwa serangan AS dapat memicu perang regional benar-benar terjadi.

Di hari yang sama, dalam wawancara dengan CNN, Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menyatakan bahwa peluang kesepakatan nuklir masih terbuka.

"Kesepakatan nuklir yang adil, jujur, dan setara masih mungkin dicapai dalam waktu dekat," ia mengungkapkan.

Namun Araghchi menambahkan bahwa hal itu bergantung pada kesiapan Amerika Serikat untuk mengakhiri kebijakan koersif terhadap Iran.

Sebelumnya pada hari Senin, dalam konferensi pers mingguan di Teheran, Esmaeil Baghaei juga mengatakan bahwa Iran sedang mengkaji rincian serta garis besar perundingan dengan Amerika Serikat.

Penulis :
Ahmad Yusuf