
Pantau - Menteri Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat Kristi Noem mengumumkan rencana pemasangan kamera tubuh bagi seluruh aparat penegak hukum yang bertugas di Minneapolis, Minnesota.
Kebijakan tersebut diumumkan pada Senin, 2 Februari 2026, dan disampaikan Kristi Noem melalui platform media sosial X.
Kristi Noem menyatakan mulai saat ini setiap petugas yang bertugas di lapangan di Minneapolis akan dilengkapi kamera tubuh.
Pengumuman itu disampaikan setelah Kristi Noem bertemu dengan Kepala Urusan Perbatasan Tom Homan.
Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Pelaksana Tugas Direktur Immigration and Customs Enforcement Todd Lyons.
Komisaris Customs and Border Protection Rodney Scott turut hadir dalam pertemuan tersebut.
Kristi Noem menambahkan bahwa program kamera tubuh akan diperluas ke seluruh wilayah Amerika Serikat seiring tersedianya pendanaan.
Departemen Keamanan Dalam Negeri akan segera mengadakan dan mendistribusikan kamera tubuh bagi aparat penegak hukum di bawah kementerian tersebut di seluruh negeri.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan keputusan pemasangan kamera tubuh tersebut bukan berasal darinya.
Trump menegaskan kebijakan tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan Kristi Noem.
Trump menilai penggunaan kamera tubuh cenderung berdampak positif bagi penegakan hukum.
"Kamera tubuh dapat mencegah manipulasi fakta yang terjadi di lapangan," ujar Trump.
Pengumuman pemasangan kamera tubuh muncul di tengah gelombang aksi protes terhadap operasi Immigration and Customs Enforcement di Minnesota.
Aksi tersebut dipicu oleh insiden penembakan oleh aparat imigrasi federal yang telah berlangsung lebih dari satu bulan.
Protes meningkat setelah tewasnya Alex Pretti, seorang perawat unit perawatan intensif berusia 37 tahun, akibat penembakan oleh petugas imigrasi federal pada bulan sebelumnya.
Demonstrasi juga dipicu oleh pembunuhan Renee Nicole Good, ibu tiga anak berusia 37 tahun, yang tewas pada 7 Januari.
Insiden penembakan terhadap Alex Pretti dinilai memperuncing ketegangan di wilayah tersebut.
Para pemimpin lokal dan negara bagian menuntut penyelidikan independen atas insiden penembakan tersebut.
Mereka juga mempertanyakan kerja sama antara pemerintah federal dan otoritas setempat dalam operasi penegakan hukum.
- Penulis :
- Aditya Yohan





