
Pantau - Perwakilan Tetap Rusia untuk Organisasi Keamanan dan Kerja Sama di Eropa (OSCE), Dmitry Polyanskiy, menyatakan bahwa permintaan untuk memperluas dialog dengan Rusia dari negara-negara anggota OSCE mengalami peningkatan.
Pernyataan tersebut disampaikan Polyanskiy dalam wawancara dengan media Rusia, RIA Novosti.
Meskipun tren permintaan dialog meningkat, Polyanskiy menegaskan bahwa tidak perlu mengharapkan adanya perubahan cepat dalam hubungan Rusia dengan negara-negara OSCE.
Swiss Dianggap Mampu Bawa Agenda Seimbang
Ketika ditanya mengenai kemampuan Swiss dalam mempertahankan agenda yang seimbang selama masa kepemimpinannya di OSCE, Polyanskiy menyatakan bahwa hal tersebut memungkinkan terjadi.
Ia menjelaskan bahwa saat ini terdapat pemahaman bertahap di kalangan negara-negara OSCE bahwa dialog dengan Rusia tetap diperlukan, dalam bentuk apa pun.
"Kami melihat hal ini dalam pernyataan para politikus Eropa. Swiss tidak perlu memaksakan apa pun kepada siapa pun -- cukup dengan menawarkan agenda dialog yang lebih positif dan terbuka," ungkapnya.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa tidak realistis untuk mengharapkan perubahan drastis dalam waktu dekat.
"Namun, kita tidak seharusnya mengharapkan perubahan mendadak atau keajaiban yang akan langsung membuat semua orang terlibat aktif dengan Rusia; itu tidak realistis," tegasnya.
Polyanskiy menambahkan bahwa meningkatnya tuntutan untuk dialog hanya membuat Swiss beradaptasi terhadap situasi tersebut.
"Namun, ada tuntutan untuk dialog yang lebih luas, dan menurut saya, Swiss hanya beradaptasi dengan tren ini. Oleh karena itu, perubahan tertentu dimungkinkan. Meskipun, tentu saja, tidak semuanya bergantung sepenuhnya pada mereka -- OSCE tetaplah organisasi konsensus," ia mengungkapkan.
Swiss Resmi Ambil Alih Kepemimpinan OSCE
Swiss secara resmi mengambil alih kepemimpinan OSCE pada awal tahun 2026, menggantikan Finlandia yang menjabat sebagai ketua pada tahun 2025.
Pada hari Kamis, dalam pertemuan khusus Dewan Tetap OSCE yang digelar di Wina, Menteri Luar Negeri Swiss, Ignazio Cassis, mempresentasikan prioritas utama negaranya selama masa kepemimpinan.
Dalam pernyataannya, Cassis menekankan pentingnya membangun komunikasi dan stabilitas antarnegara.
"Dialog dan keamanan bersama bukanlah kemewahan, melainkan suatu kebutuhan," ujarnya dalam forum tersebut.
- Penulis :
- Shila Glorya








