
Pantau - Amerika Serikat mengirim enam unit jet tempur siluman F-35A Lightning II mendekati kawasan Timur Tengah di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.
Jet-jet tempur tersebut diketahui mendarat di pangkalan udara RAF Lakenheath, Inggris, sebagai bagian dari operasi militer yang lebih luas.
Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh Air & Space Forces Magazine pada Senin (9/2).
Kekuatan Udara AS Dikerahkan
Jet-jet F-35A tersebut dilaporkan bergabung dengan pesawat pengisian bahan bakar Boeing KC-135 Stratotanker milik Angkatan Udara AS untuk mendukung pergerakan militer di kawasan.
Langkah ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump pada Januari lalu menyatakan bahwa “armada besar” sedang bergerak menuju Iran.
Trump berharap Iran bersedia membuka jalur negosiasi dan menandatangani kesepakatan yang "adil dan merata".
Ia juga memberikan peringatan bahwa tanpa kesepakatan nuklir, serangan berikutnya dari AS akan "jauh lebih buruk" dibandingkan sebelumnya.
Sinyal Diplomasi dan Ancaman Militer
Sebelumnya, Trump menyebut kapal-kapal Angkatan Laut AS telah dikerahkan menuju Iran untuk “berjaga-jaga” di tengah situasi yang memanas.
Saat ditanya apakah opsi intervensi militer terhadap Iran telah dicoret dari pilihan, Trump menolak memberi jawaban tegas dan menyatakan bahwa ia tidak dapat memastikan apa yang akan terjadi di masa depan.
Secara terpisah, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menegaskan bahwa pendekatan utama yang diambil Presiden Trump tetap bersifat diplomatik.
“Presiden telah menyatakan dengan jelas kepada Iran bahwa ia menginginkan penyelesaian melalui negosiasi. Saya pikir akan menjadi pilihan bijak bagi mereka untuk menerima tawaran tersebut,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa pendekatan diplomatik itu diperkuat dengan kekuatan militer yang signifikan.
“Dunia telah melihat kemampuan Amerika. Perdamaian melalui kekuatan, pencegahan dalam tindakan. Kami sudah keluar dari Iran bahkan sebelum Iran menyadari kami berada di sana. Tidak ada negara lain yang mampu melakukan hal itu,” ia mengungkapkan.
Pernyataan Hegseth merujuk pada operasi militer cepat yang dilakukan AS terhadap Iran selama perang 12 hari yang terjadi pada Juni lalu.
- Penulis :
- Shila Glorya








