Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

APEC Memproyeksikan Ekonomi Asia-Pasifik Tumbuh 3,2 Persen pada 2025, Didukung Konsumsi dan Investasi AI Meski Hambatan Dagan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

APEC Memproyeksikan Ekonomi Asia-Pasifik Tumbuh 3,2 Persen pada 2025, Didukung Konsumsi dan Investasi AI Meski Hambatan Dagan
Foto: (Sumber: Sejumlah delegasi negara anggota APEC mengikuti Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) Business Advisory Council (ABAC) Meeting I 2026 di Jakarta, Sabtu (7/2/2026).ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/bar.)

Pantau - Organisasi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) menyatakan optimistis kinerja ekonomi kawasan Asia-Pasifik tetap positif dengan proyeksi pertumbuhan 3,2 persen pada 2025 dan 3,1 persen pada 2026 berdasarkan laporan terbaru “Analisis Tren Kawasan APEC”.

APEC menilai optimisme itu ditopang konsumsi yang kuat dan investasi pada sektor padat teknologi, meski hambatan perdagangan meningkat di tengah fragmentasi global.

Dalam laporan tersebut APEC menyebut, "Prospek pertumbuhan jangka pendek telah meningkat, didukung oleh permintaan yang berkelanjutan, performa perdagangan yang baik, dan investasi di bidang kecerdasan artifisial yang kuat."

APEC melaporkan perdagangan kawasan masih menunjukkan kinerja yang baik berkat dukungan kuat dari industri teknologi.

Sepanjang tiga kuartal pertama 2025, volume perdagangan komoditas mencatat ekspor naik 8 persen dan impor naik 7,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

APEC menambahkan perdagangan jasa turut meningkat meski tidak secepat 2024 karena perlambatan jasa perjalanan.

Menurut APEC, ekspansi jasa transportasi dan jasa komersial lainnya membantu menahan laju penurunan di sektor jasa.

Untuk inflasi, APEC memproyeksikan kawasan Asia-Pasifik berada di 2,4 persen pada 2025, lebih rendah dari 2,6 persen pada 2024 karena biaya energi turun serta harga dan pasokan makanan membaik.

APEC memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2027 turun menjadi 2,9 persen akibat hambatan struktural, fragmentasi perdagangan, dan risiko geopolitik yang berkelanjutan.

Dalam laporannya APEC menyatakan, "Pembatasan perdagangan yang meningkat serta ketidakpastian kebijakan semakin menjadi beban bagi pertumbuhan jangka menengah."

APEC menjelaskan hambatan perdagangan tersebut mencakup tarif dan kebijakan non-tarif yang makin intensif, sementara dunia usaha masih mampu beradaptasi meski ruang “beradaptasi” kian sulit ketika hambatan bertambah.

APEC juga mencatat perdagangan semikonduktor terus meningkat didorong permintaan sektor kecerdasan artifisial, yang turut mengerek produktivitas ekonomi kawasan.

Namun APEC mengingatkan konsentrasi investasi yang tinggi pada sektor tertentu dapat memicu risiko konsentrasi pasar dan gangguan rantai pasok.

Untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan, APEC mendorong negara anggota memperkuat kredibilitas kebijakan ekonomi, menyesuaikan investasi AI dengan peningkatan kualitas tenaga kerja, serta memperdalam koordinasi kebijakan guna mengurangi ketidakpastian bagi pelaku usaha.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Tria Dianti