Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Komisi Eropa Luncurkan Rencana Aksi Anti-Drone, Siapkan Pusat Keunggulan dan Sertifikasi Sistem

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Komisi Eropa Luncurkan Rencana Aksi Anti-Drone, Siapkan Pusat Keunggulan dan Sertifikasi Sistem
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Sebuah drone atau pesawat nirawak Angkatan Udara Amerika Serikat. ANTARA/HO-Defense Visual Information Distribution Service/aa..)

Pantau - Komisi Eropa pada Rabu meluncurkan rencana aksi untuk melawan ancaman pesawat nirawak dan menyerukan kesiapan pertahanan yang lebih kuat di Uni Eropa.

Rencana itu diumumkan dari Brussel dan memuat agenda pembentukan lembaga baru serta penyesuaian aturan untuk menghadapi realitas keamanan yang berubah.

Komisi Eropa juga akan mengembangkan skema sertifikasi untuk sistem anti-drone.

Komisi Eropa menyatakan akan meluncurkan Drone and Counter-Drone Industry Forum untuk meningkatkan dialog dengan industri dan memperluas produksi.

Paket tersebut mencakup langkah penilaian risiko terkoordinasi untuk melindungi rantai pasokan teknologi bagi drone dan sistem anti-drone.

Komisi Eropa juga akan meluncurkan label EU Trusted Drone untuk mengidentifikasi peralatan yang aman di pasar.

Rencana itu menargetkan peningkatan deteksi drone melalui perancangan sistem tampilan udara tunggal dan Platform Insiden Drone untuk membantu mengidentifikasi drone berbahaya.

Komisi Eropa menambahkan jaringan 5G harus segera dimanfaatkan untuk mendeteksi drone, termasuk drone yang tidak terhubung ke jaringan.

Komisi Eropa akan mengundang negara-negara anggota yang berminat bergabung dalam pengadaan publik dan penerapan sistem anti-drone serta mendukung pengembangan sistem komando dan kendali berbasis kecerdasan buatan mandiri Eropa.

Komisi Eropa juga mempertimbangkan pembentukan tim tanggap darurat cepat anti-drone dan mengusulkan latihan tahunan anti-drone Uni Eropa berskala besar untuk menguji ketahanan kerja sama lintas perbatasan serta koordinasi sipil-militer.

Komisi Eropa menyatakan akan terus menyediakan drone dan teknologi terkait bagi badan perbatasan Uni Eropa Frontex untuk pengawasan perbatasan.

Penulis :
Aditya Yohan