Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

IRGC Klaim Dominasi Intelijen 24 Jam di Selat Hormuz saat Latihan Militer di Tengah Ketegangan AS-Iran

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

IRGC Klaim Dominasi Intelijen 24 Jam di Selat Hormuz saat Latihan Militer di Tengah Ketegangan AS-Iran
Foto: (Sumber: Pemandangan di Selat Hormuz, Iran. ANTARA/Anadolu/Fatemeh Bahrami/py/am.)

Pantau - Komandan tertinggi angkatan laut Iran menyatakan Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC mempertahankan “dominasi intelijen penuh selama 24 jam” di Selat Hormuz di tengah pelaksanaan latihan militer di jalur pelayaran strategis tersebut.

Kepala Angkatan Laut IRGC Laksamana Muda Alireza Tangsiri mengatakan pengawasan dilakukan secara menyeluruh mencakup permukaan laut, udara, hingga bawah permukaan guna menjamin keselamatan pelayaran.

Selat Hormuz setiap hari dilalui lebih dari 80 kapal tanker minyak dan kapal kontainer sehingga menjadi salah satu jalur perdagangan maritim tersibuk di dunia.

Tangsiri menyebut latihan militer berlangsung di Teluk Persia dan Selat Hormuz sebagai bagian dari agenda tahunan rutin dengan fokus pada manuver taktis serta penggunaan peralatan tertentu yang sebagian belum diumumkan kepada publik.

Ia menyatakan pulau-pulau di kawasan tersebut berfungsi sebagai “benteng pertahanan” yang berada di bawah tanggung jawab penuh Angkatan Laut IRGC.

Tangsiri menegaskan, “Respons cepat dan tegas terhadap ancaman keamanan maritim menjadi inti latihan ini,”.

Ia juga menyampaikan bahwa unit respons cepat Angkatan Laut IRGC secara berkala berlatih melakukan intervensi, inspeksi, hingga penyitaan kapal yang dinilai tidak memiliki izin di perairan Teluk Persia dan Selat Hormuz.

IRGC sebelumnya mengumumkan dimulainya latihan bertajuk Pengendalian Cerdas Selat Hormuz di bawah pengawasan Panglima IRGC Mayor Jenderal Mohammad Pakpour untuk menguji kesiapan operasional dan respons terhadap potensi ancaman.

Latihan militer digelar di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat akibat penguatan kehadiran militer AS di kawasan.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Jumat mengumumkan rencana pengerahan kapal induk kedua ke Timur Tengah untuk melengkapi keberadaan USS Abraham Lincoln dan sejumlah kapal perusak.

Meski demikian, Teheran dan Washington dijadwalkan melanjutkan perundingan nuklir tidak langsung di Jenewa pada Selasa dengan mediasi Oman setelah sempat terhenti hampir delapan bulan akibat eskalasi militer yang dipicu serangan Israel terhadap Iran.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Ahmad Yusuf