Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Trump Ancam Hamas Akan Ditindak Tegas Jika Gagal Melucuti Senjata

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Trump Ancam Hamas Akan Ditindak Tegas Jika Gagal Melucuti Senjata
Foto: (Sumber: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (Xinhua).)

Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis 19 Februari 2026 mengancam Hamas akan "ditindak tegas" apabila kelompok tersebut gagal melucuti senjatanya sebagaimana dijanjikan.

Pernyataan itu disampaikan Trump dalam pidato pada pertemuan perdana "Dewan Perdamaian" atau Board of Peace di Washington DC dan dipublikasikan pada Jumat, 20 Februari 2026 pukul 10.32 WIB dengan waktu baca dua menit.

Dalam kesempatan tersebut, Trump mengatakan, "Hamas sejauh ini, saya kira mereka akan menyerahkan senjata mereka, seperti yang mereka janjikan,".

Ia kemudian menambahkan, "Jika mereka tidak melakukannya, mereka akan, Anda tahu, ditindak tegas, sangat tegas,".

Pada hari yang sama, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan bahwa Gedung Putih menyepakati Hamas harus melucuti senjatanya dan Gaza harus didemiliterisasi sebelum rekonstruksi dimulai di wilayah tersebut, menurut sejumlah laporan.

Pernyataan itu muncul di tengah pembahasan mengenai masa depan Jalur Gaza pascakonflik dan syarat-syarat yang diajukan sebelum proses pembangunan kembali dilakukan.

Sebelumnya pada Selasa 17 Februari 2026, Hamas menyerukan kepada "Board of Peace" agar melakukan intervensi dan menghentikan apa yang disebut sebagai "pelanggaran" berkelanjutan Israel terhadap perjanjian gencatan senjata di Jalur Gaza.

Hamas juga memperingatkan bahwa Israel kemungkinan memanfaatkan pertemuan forum tersebut sebagai kedok untuk melanjutkan kampanye militernya.

Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pada Selasa itu, juru bicara Hamas Hazem Qassem menyatakan bahwa berbagai perkembangan dalam empat bulan terakhir menunjukkan Israel belum menghentikan perang melainkan mengubah sarana dan bentuknya.

Ia menyebut bahwa "pembunuhan, pengungsian, blokade, dan kelaparan" masih berlangsung.

Penulis :
Aditya Yohan