
Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan panggung istimewa kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam Podium Board of Peace (BoP) di Washington DC yang menjadi momentum penting diplomasi Indonesia di panggung dunia.
Momen tersebut dinilai sebagai bentuk pengakuan kedaulatan Indonesia di mata internasional sebagaimana ditulis Eko Wahyuanto dalam artikel berjudul Macan Asia: Presiden Prabowo di mata Trump.
Dengan gaya khasnya, Trump melontarkan pujian kepada Prabowo dan menyebutnya sebagai tough guy yang berarti sosok sangat tangguh.
"I don't want to fight him," ungkapnya.
Pernyataan itu dipandang sebagai bentuk respek tinggi kepada Indonesia sekaligus sinyal bahwa Presiden Prabowo bukan pemimpin yang dapat didikte.
Indonesia hadir di Washington bukan sebagai "penerima bantuan", melainkan sebagai mitra strategis dari negara besar dengan jumlah penduduk sekitar 280 juta jiwa yang membuat Trump terperangah hingga meminta konfirmasi ulang.
Trump selama ini dikenal hanya menaruh hormat pada kepemimpinan yang kuat sehingga sikapnya terhadap Prabowo dinilai mencerminkan perubahan persepsi terhadap Indonesia.
Selama puluhan tahun, diplomasi Indonesia dinilai terlalu "santun" dan kerap tenggelam di tengah kepentingan negara-negara besar.
Prabowo mematahkan anggapan tersebut melalui narasi Macan Asia di berbagai meja perundingan internasional.
Indonesia kini dipandang sebagai jangkar stabilitas dan jembatan Indo-Pasifik yang kokoh sehingga tanpa Indonesia kebijakan Amerika Serikat di Asia Tenggara dinilai akan pincang.
Ketegasan Prabowo dalam menyuarakan perdamaian tanpa memihak Barat maupun Timur memperkuat posisi tawar Indonesia di mata Trump.
Modernisasi militer yang dilakukan secara masif dan konsisten di jalur diplomasi memperkuat predikat Indonesia sebagai negara tangguh di kawasan Asia.
Indonesia dinilai naik kelas dari sekadar penonton menjadi pemain inti dalam percaturan geopolitik global.
Dalam pertemuan BoP, rancang bangun komprehensif stabilisasi kawasan Gaza telah dipresentasikan dan disaksikan jutaan warga dunia termasuk para pemimpin Eropa yang menolak gagasan Trump terkait Gaza.
Ketangguhan Indonesia kini diuji melalui peran perdamaian di Gaza dengan dunia menantikan aksi nyata Indonesia sebagai deputy commander dalam International Stabilization Force (ISF).
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








