
Pantau - Wakil Menteri Luar Negeri Iran Majid Takht-Ravanchi menyatakan Tehran siap mencapai kesepakatan nuklir dengan Amerika Serikat “secepat mungkin” menjelang putaran negosiasi baru di Jenewa di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan.
Takht-Ravanchi mengatakan Iran akan melakukan "apa pun yang diperlukan" untuk mewujudkan kesepakatan tersebut.
Ia menegaskan delegasi Iran akan memasuki perundingan di Jenewa dengan "ketulusan dan itikad baik sepenuhnya" serta berharap sikap itu dibalas oleh pihak Amerika.
"Jika ada kemauan politik dari semua pihak, saya percaya kesepakatan dapat dicapai dengan sangat cepat," ujarnya.
Takht-Ravanchi merupakan diplomat veteran dan mantan duta besar Iran untuk PBB yang juga terlibat dalam negosiasi kesepakatan nuklir 2015.
Iran dan Amerika Serikat telah menggelar dua putaran negosiasi nuklir tidak langsung dengan mediasi Oman sejak bulan lalu setelah adanya upaya regional termasuk dari Turki untuk menghidupkan kembali diplomasi nuklir.
Setelah putaran terakhir di Jenewa, kedua pihak menyatakan optimisme dan menyepakati "prinsip-prinsip panduan" sebagai dasar potensi kesepakatan.
Takht-Ravanchi menyebut pembicaraan akan dilanjutkan di Jenewa "dalam kerangka kerja yang sama" seperti di Muscat dan Jenewa sebelumnya.
Ia menegaskan bahwa subjek negosiasi tetap isu nuklir dan itu "disepakati oleh semua pihak.".
Ia memperingatkan bahwa perang akan mustahil dikendalikan jika sudah dimulai dan menyebutnya sebagai "pertaruhan nyata" bagi Tehran.
"Mari kita fokus pada diplomasi, karena diplomasi akan menguntungkan semua orang. Tidak ada solusi militer untuk masalah nuklir Iran," tegasnya.
Takht-Ravanchi menepis spekulasi bahwa Iran akan menyerang negara tetangga seperti Uni Emirat Arab atau Arab Saudi jika perang terjadi dan menyebut Iran akan menargetkan aset-aset AS di kawasan.
Perundingan berlangsung di tengah peningkatan kekuatan militer AS di Teluk Persia serta ancaman Presiden Donald Trump untuk mengambil tindakan militer jika negosiasi gagal, sementara Korps Garda Revolusi Islam Iran juga menggelar sejumlah latihan militer sebagai persiapan kemungkinan konflik.
- Penulis :
- Aditya Yohan







