Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Medvedev Ancam Rusia Gunakan Nuklir Non-Strategis Jika Inggris dan Prancis Pasok Hulu Ledak ke Ukraina

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Medvedev Ancam Rusia Gunakan Nuklir Non-Strategis Jika Inggris dan Prancis Pasok Hulu Ledak ke Ukraina
Foto: (Sumber : Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev. ANTARA/Sputnik/Pool/Yulia Zyryanova/am..)

Pantau - Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev menyatakan Rusia akan terpaksa menggunakan senjata nuklir non-strategis jika Inggris dan Prancis memasok hulu ledak nuklir ke Ukraina, Selasa 24 Februari.

Dalam tulisannya di aplikasi pesan Max, Medvedev menyebut informasi dari Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia mengenai niat London dan Paris untuk mentransfer teknologi nuklir ke Kiev "secara radikal mengubah situasi.".

Medvedev yang menjabat sebagai presiden Rusia periode 2008 hingga 2012 saat Vladimir Putin menjadi perdana menteri menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan "transfer langsung senjata nuklir ke negara yang berperang.".

Ia menyatakan, "Tidak ada keraguan sedikit pun bahwa dalam skenario seperti itu, Rusia harus menggunakan semua jenis senjata, termasuk senjata nuklir non-strategis, terhadap target di Ukraina yang menimbulkan ancaman bagi negara kita,".

Medvedev menambahkan, "Jika perlu, terhadap negara-negara pemasok yang terlibat dalam konflik nuklir dengan Rusia. Ini adalah respons simetris yang menjadi hak Federasi Rusia,".

Dalam pernyataan terpisah, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyatakan rencana tersebut signifikan "dari sudut pandang ancaman yang ditimbulkan terhadap seluruh rezim non-proliferasi, termasuk dalam konteks konflik panas yang terjadi di Eropa, di benua Eropa.".

Peskov juga mengatakan, "Ini adalah pelanggaran terang-terangan terhadap semua norma dan prinsip serta tindakan hukum internasional yang relevan,".

Pada Selasa, Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia menuduh Inggris dan Prancis bermaksud menyediakan senjata nuklir bagi Ukraina dengan alasan langkah itu dapat memperkuat posisi Kiev dalam perundingan perdamaian.

Penulis :
Ahmad Yusuf