Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Perundingan AS-Iran di Jenewa Catat “Kemajuan Signifikan”

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Perundingan AS-Iran di Jenewa Catat “Kemajuan Signifikan”
Foto: (Sumber : Iran dan Amerika Serikat menyelesaikan putaran baru perundingan di Jenewa dengan "kemajuan yang signifikan. (Xinhua).)

Pantau - Delegasi Iran dan Amerika Serikat (AS) menyelesaikan putaran terbaru perundingan di Jenewa setelah mencapai kemajuan signifikan dalam negosiasi yang dimediasi Oman.

Menteri Luar Negeri Oman Sayyid Badr bin Hamad bin Hamood Albusaidi menyampaikan bahwa kedua pihak akan melanjutkan pembahasan setelah melakukan konsultasi di ibu kota masing-masing.

"Kita akan segera melanjutkan kembali setelah melakukan konsultasi di ibu kota masing-masing. Diskusi terkait teknis akan dilaksanakan pekan depan di Wina," ujarnya dalam unggahan di platform X.

Bahas Elemen Kesepakatan Nuklir dan Sanksi

Pertemuan tersebut menandai putaran ketiga perundingan nuklir tidak langsung antara Iran dan AS di bawah mediasi Oman yang dimulai pada Kamis pagi waktu setempat.

Delegasi Iran dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Seyed Abbas Araghchi, sementara delegasi AS diwakili utusan khusus kepresidenan Steve Witkoff dan Jared Kushner.

Araghchi menyatakan kepada televisi pemerintah Iran bahwa perundingan tersebut telah membuat kemajuan sangat baik.

Ia mengatakan pembahasan kini telah memasuki elemen-elemen kesepakatan secara serius, baik terkait isu nuklir maupun pencabutan sanksi.

Sebelumnya, Albusaidi juga menyebut kedua delegasi menunjukkan keterbukaan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap ide dan solusi kreatif, serta menilai suasana perundingan berlangsung konstruktif dan intensif.

Ketegangan Masih Membayangi

Putaran ketiga negosiasi berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan AS, termasuk setelah peningkatan kekuatan militer AS di kawasan Asia Barat.

Dua putaran sebelumnya digelar di Muscat dan Jenewa dengan fokus pada pembatasan pengayaan serta persediaan uranium Iran sebagai imbalan atas pencabutan sanksi.

Pemerintahan Presiden Donald Trump menuntut kesepakatan tanpa batas waktu yang dapat diverifikasi guna mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir, serta mengancam aksi militer apabila diplomasi gagal.

Di sisi lain, Iran menegaskan bahwa perundingan hanya berfokus pada program nuklir dan menuntut pencabutan sanksi yang dijatuhkan AS. Teheran juga kembali menegaskan tidak memiliki rencana mengembangkan senjata nuklir.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Tria Dianti