
Pantau - Pakar hubungan internasional Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam menilai serangan Amerika Serikat bersama Israel ke Iran menjadi ujian kredibilitas Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Berita dimuat pada Minggu, 1 Maret 2026 pukul 08:29 WIB dengan waktu baca 2 menit.
Ahmad menyatakan, “Serangan terhadap Iran ini mempertajam kontradiksi antara retorika stabilitas dan praktik militer di lapangan, sekaligus menguji kredibilitas narasi perdamaian melalui Board of Peace (BoP),”.
Ia memandang serangan tersebut membuat negara-negara Islam yang relatif independen seperti Turki dan Indonesia perlu merefleksikan kembali kerja sama dengan BoP.
Menurutnya, seluruh elemen kekuatan dunia perlu mendorong deeskalasi dalam konflik AS-Israel dan Iran.
Ahmad menilai upaya AS-Israel yang seolah menetralisasi Iran bukan hanya menaklukkan satu negara, melainkan proyek rekayasa ulang keseimbangan kekuatan di Timur Tengah.
Ia mengatakan, “Termasuk Greenland, Kanada, atau kawasan Eropa dan Amerika Latin lainnya akan menjadi sasaran selanjutnya,”.
Eskalasi dan Respons
Sebelumnya, Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan militer AS telah memulai operasi tempur besar-besaran di Iran dengan salah satu serangan berupa tujuh roket menghantam Teheran dan area dekat kediaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Iran kemudian meluncurkan serangan roket terhadap Israel dan sejumlah target lain di Qatar, Uni Emirat Arab, serta Bahrain.
Kementerian Luar Negeri menyatakan Presiden RI Prabowo Subianto siap bertolak ke Iran untuk memfasilitasi dialog demi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif.
- Penulis :
- Gerry Eka
- Editor :
- Tria Dianti








